Redam Gejolak Global, Megawati Usulkan Gelar KAA Jilid II

Redam Gejolak Global, Megawati Usulkan Gelar KAA Jilid II
Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri/ //Net

Realitarakyat.com – Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, secara resmi mengusulkan penyelenggaraan kembali Konferensi Asia-Afrika (KAA) Jilid II.

Langkah ini dinilai sebagai solusi strategis untuk mengatasi guncangan geopolitik global dan menjawab tantangan kesetaraan antarbangsa di tengah ancaman neokolonialisme modern.

Gagasan tersebut disampaikan Megawati saat memberikan pidato dalam peringatan 71 tahun KAA di Sekolah Partai PDIP, Jakarta Selatan, Sabtu (18/4). Menurutnya, semangat Dasasila Bandung 1955 kini jauh lebih relevan untuk dijadikan kompas perdamaian dunia yang berkeadilan.

“Pelaksanaan Konferensi Asia-Afrika Jilid II sangat mendesak. Di sinilah pemikiran geopolitik Bung Karno menjadi jawaban bagi masa depan bangsa dan dunia yang saat ini tengah guncang,” ujar Megawati.

Ia merujuk pada ketidakstabilan politik di berbagai belahan dunia, mulai dari dinamika di Venezuela hingga ketegangan militer di Iran.

Selain usulan konferensi, Megawati secara lantang menyerukan reformasi total (re-tooling) terhadap Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ia menyoroti tiga poin krusial untuk mengubah tatanan dunia:

Pancasila sebagai Landasan: Mendorong perubahan Piagam PBB dengan memasukkan nilai-nilai Pancasila sebagai prinsip internasional.

Hapus Hak Veto: Menghapuskan hak istimewa negara tertentu yang dinilai menciptakan ketimpangan hukum global.

Relokasi Markas PBB: Mengusulkan pemindahan Markas Besar PBB ke negara netral yang tidak terlibat dalam persaingan kekuatan besar atau “perang dingin” baru.

Megawati menegaskan bahwa struktur PBB saat ini sudah usang karena merupakan produk konstelasi politik pasca-Perang Dunia II yang tidak lagi mencerminkan kesetaraan bangsa-bangsa saat ini. (*)