Realitarakyat.com – Pemerintah China mendesak pihak-pihak yang bertikai dalam konflik Iran untuk mempertahankan gencatan senjata secara permanen.
Beijing juga menekankan pentingnya pembukaan kembali Selat Hormuz guna menjamin stabilitas ekonomi global yang saat ini tengah terganggu.
Duta Besar China untuk PBB, Fu Cong, menyatakan kekhawatiran mendalam atas retorika yang menyebut gencatan senjata saat ini hanya bersifat sementara.
Ia menyerukan komunitas internasional untuk menolak dimulainya kembali pertempuran atau adanya gelombang serangan baru.
“Isu paling mendesak adalah menjaga gencatan senjata. Gencatan senjata ini harus bertahan lama, dan harus ada negosiasi dengan niat baik antara kedua belah pihak,” ujar Fu di Markas Besar PBB, Jumat (1/5).
Fu mengusulkan langkah timbal balik sebagai solusi konkret: Iran harus segera mencabut pembatasan di Selat Hormuz, sementara Amerika Serikat (AS) dituntut menghentikan blokade laut yang dilakukan militer mereka.
Krisis di jalur perdagangan energi ini diprediksi akan menjadi topik utama dalam pertemuan bilateral saat Presiden AS Donald Trump mengunjungi China bulan ini.
Fu meyakini masalah Selat Hormuz akan menjadi prioritas tinggi jika blokade belum berakhir saat kunjungan berlangsung.
Dalam kesempatan yang sama, Fu secara tegas membantah tudingan pejabat AS terkait adanya kerja sama militer antara China dan Iran. Ia menyebut informasi tersebut sepenuhnya palsu dan tidak berdasar. (*)







