Realitarakyat.com – Pimpinan DPR RI menyatakan dukungan penuh terhadap langkah taktis pemerintah yang mengusulkan perpanjangan batas usia pensiun bagi anggota kepolisian.
Klausul krusial tersebut saat ini tengah digodok untuk diinkorporasikan ke dalam draf revisi Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).
Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, memaparkan bahwa usulan penambahan masa bakti personel Korps Bhayangkara tersebut sangat rasional jika merujuk pada asas kesetaraan institusional.
Aturan baru ini dinilai perlu guna menyelaraskan regulasi ketatanegaraan dengan instansi penegak hukum lain serta Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang telah lebih dahulu mengalami penyesuaian.
“Ya kalau melihat kesetaraan sesama aparat penegak hukum maupun dengan TNI, ya itu kita lihat Kejaksaan pensiun umur di 61, fungsional 62 kalau saya tidak salah ingat. Kemudian juga di TNI pensiunnya juga ditambah,” kata Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (26/5).
Dasco menilai, kesamaan hak fungsional dalam masa pengabdian negara merupakan aspirasi yang berkembang secara objektif di internal parlemen maupun pemerintahan. Penyelarasan ini dianggap penting agar tidak memicu kecemburuan struktural antar-aparatur keamanan negara.
“Tentunya di Polri juga pihak kepolisian itu juga, dan juga teman-teman memandang bahwa laik diusulkan juga penambahan usia pensiun agar tidak ada perbedaan begitu dalam usia pensiun,” imbuhnya menambahkan urgensi kesetaraan gender dan profesi tersebut.
Di sisi lain, Politikus Partai Gerindra ini menepis dengan tegas spekulasi dan sentimen negatif publik yang mengaitkan revisi ini dengan agenda politik pragmatis tertentu.
Ia menegaskan bahwa draf perubahan aturan masa kerja anggota kepolisian ini murni merupakan agenda legislasi lama yang sempat tertunda akibat padatnya skala prioritas parlemen.
“Sebenarnya kan revisinya itu kan harusnya sudah dari kemarin-kemarin. Cuman karena satu dan lain hal itu baru dijalankan sekarang. Dan kalau ada hal-hal tertentu saya pikir tidak ya,” pungkas Dasco mementahkan isu miring tersebut.[prs]






