DPR  

Harga Saham BCA Sedang Murah, Dasco: Dibeli Saja, Enggak Ada Masalah

Harga Saham BCA Sedang Murah, Dasco: Dibeli Saja, Enggak Ada Masalah
Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad/Net

Realitarakyat.com – Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menilai tren pelemahan pasar modal yang sempat terjadi belakangan ini merupakan momentum emas bagi para investor untuk mengoleksi saham-saham berfundamental kuat.

Secara spesifik, Dasco bahkan menyebut saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang harganya sedang terkoreksi sangat layak untuk dibeli.

Pernyataan tersebut disampaikan Dasco guna menanggapi isu transaksi pasar dan dinamika pembelian saham BCA yang tengah ramai diperbincangkan publik.

“Saya pikir kalau Bank BCA sepanjang dilakukan dengan mekanisme pasar, ya apalagi saat ini kan sahamnya sedang lumayan agak murah ya, dibeli aja. Karena termasuk swasta nasional yang strategis, sepanjang itu melalui mekanisme pasar pembeliannya, itu enggak ada masalah menurut saya. Silakan aja dibeli,” ujar Dasco di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (11/6).

Menurut Ketua Harian DPP Partai Gerindra ini, posisi BCA sebagai salah satu pilar swasta nasional sangat strategis dalam menopang perekonomian Indonesia. Oleh sebab itu, tidak ada aspek regulasi maupun ekonomi yang perlu dipersoalkan dari aktivitas transaksi tersebut selama mematuhi koridor hukum pasar modal.

Tak hanya menyoroti saham emiten swasta, Dasco juga membela langkah taktis sejumlah perusahaan pelat merah yang agresif melakukan pembelian kembali (buyback) saham di tengah gejolak pasar keuangan. Menurutnya, aksi korporasi tersebut merupakan keputusan bisnis yang sangat rasional.

Dasco memaparkan bahwa banyak emiten Badan Usaha Milik Negara (BUMN) serta bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) memiliki proyek strategis dan kinerja keuangan yang solid, sehingga harga saham yang turun tidak mencerminkan nilai perusahaan yang sesungguhnya.

“BUMN dan swasta-swasta yang proyek-proyeknya strategis itu kan fundamentalnya kuat. Sehingga kemarin dalam keadaan pasar harga sedang turun, ya tentunya kemudian misalnya BUMN atau Himbara itu melakukan buyback kembali,” urai Dasco.

Lebih lanjut, Dasco menambahkan bahwa situasi pasar yang sempat tertekan kemarin kini justru mulai dimanfaatkan secara optimal oleh berbagai lembaga investasi kakap dan investor ritel untuk melakukan akumulasi beli (buy on weakness).

“Baik lembaga-lembaga yang melakukan investasi maupun pasar tentunya melihat bahwa sangat strategis kemudian ketika membeli kembali atau melakukan transaksi pembelian pada saat keadaan pasar seperti kemarin,” pungkasnya.[prs]