DPR  

Minta Gembleng Fisik Distop, DPR Usul Calon Manager Koperasi Merah Putih Magang di Belanda, Jepang dan Korea

Minta Gembleng Fisik Distop, DPR Usul Calon Manager Koperasi Merah Putih Magang di Belanda, Jepang dan Korea
Anggota Komisi VI DPR RI, Rivqy Abdul Halim. //net

Realitarakyat.com – Jumlah korban jiwa dalam program latihan dasar kemiliteran (latsarmil) bentukan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) dilaporkan terus bertambah.

Anggota Komisi VI DPR RI, Rivqy Abdul Halim, mengonfirmasi kini terdapat lima orang calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang dinyatakan meninggal dunia.

Merespons tragedi kemanusiaan tersebut serta keputusan Kemenhan yang resmi memberhentikan latsarmil fisik, Komisi VI DPR RI mengusulkan perombakan radikal pada metode pembekalan peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI).

Parlemen Senayan mendesak pemerintah mengadopsi model penguatan kapasitas SDM berbasis praktik lapangan dan manajemen bisnis modern, bukan pendekatan fisik militeristik yang berlebihan.

“Lebih baik kalau difokuskan ke skema manajerial saja. Pembekalan para calon manajer dapat lebih menekankan pada praktik lapangan melalui pendampingan langsung di koperasi-koperasi yang telah berhasil, magang bersama pelaku usaha, hingga pendampingan oleh mentor profesional,” ujar Rivqy Abdul Halim dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (30/6).

Politisi dari komisi yang bermitra dengan Kementerian Koperasi ini menyampaikan rasa dukacita mendalam kepada keluarga lima peserta yang gugur di medan latihan. I

Dia menggarisbawahi bahwa program Koperasi Merah Putih hanya akan berhasil jika diisi oleh SDM yang memahami seluk-beluk bisnis secara substansial, bukan sekadar ketahanan fisik di bawah terik matahari.

Dalam draf usulannya, Rivqy menyodorkan tiga referensi internasional sebagai bukti sahih bahwa kejayaan koperasi dunia lahir dari rahim pendidikan manajemen yang berkelanjutan, antara lain:

1. Jepang: Koperasi pertanian (JA-Zenchu) maju pesat karena ditopang oleh sistem tata kelola bisnis yang matang, pelatihan berkala, dan pendampingan tenaga profesional.

2. Korea Selatan: Gerakan Saemaul Undong sukses mereformasi ekonomi perdesaan melalui penguatan kepemimpinan lokal berbasis kewirausahaan dan partisipasi aktif warga.

3. Belanda: Koperasi berskala raksasa tumbuh subur karena murni dikelola oleh jajaran manajer profesional yang memiliki kompetensi bisnis, transparansi, serta akuntabilitas keuangan yang kuat.

“Indonesia perlu mengadopsi praktik-praktik terbaik (best practices) tersebut. Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih akan berhasil apabila dikelola oleh sumber daya manusia yang profesional, berintegritas, memahami bisnis, dan dibina secara berkelanjutan,” papar legislator tersebut.

Sikap keras parlemen ini bergulir setelah jajaran eksekutif mengambil langkah darurat. Merujuk pada laporan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kemenhan pada 27 Juni lalu, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin telah memerintahkan jajarannya untuk melakukan audit dan evaluasi menyeluruh pasca-jatuhnya korban jiwa peserta SPPI.

Puncaknya pada Senin, 29 Juni 2026, Kemenhan secara resmi mengetok palu kebijakan untuk memberhentikan total seluruh aktivitas latsarmil fisik bagi para calon manajer KDKMP/KNMP di semua komando pendidikan militer.

Guna menyelamatkan program strategis ini, Kemenhan memastikan arah haluan kurikulum diklat ke depan akan dirombak total dengan berfokus pada materi pembekalan doktrin bela negara secara teoritis serta penguatan kelas manajerial murni.[prs]