Prabowo Targetkan Indonesia Swasembada Energi dalam 4 Tahun

Prabowo Targetkan Indonesia Swasembada Energi dalam 4 Tahun
Presiden Prabowo Subianto/Net

Realitarakyat.com – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmen penuh pemerintah untuk segera mewujudkan kemandirian bangsa seutuhnya melalui penguatan radikal di dua sektor vital, yakni kedaulatan pangan dan ketahanan energi.

Rapor keberhasilan swasembada pangan diklaim kini sudah mulai menunjukkan hasil nyata di lapangan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Negara di hadapan ribuan perwakilan sektor agraria saat menghadiri Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 yang digelar di Sport Center Limboto, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Rabu (24/6).

“Upaya kita tidak segera, tapi sekarang sudah mulai kelihatan. Usaha kita yang sudah kelihatan di depan mata, bukan di depan mata, nyata, yaitu swasembada pangan. Kebutuhan pangan merupakan kebutuhan dasar yang tidak dapat ditunda,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden mengingatkan bahwa peta krisis global masa lalu, seperti pandemi Covid-19, wajib menjadi pelajaran berharga.

Saat krisis melanda, negara-negara produsen luar negeri otomatis akan menutup keran ekspor demi memprioritaskan konsumsi domestik mereka, yang berpotensi melumpuhkan negara importir.

Oleh karena itu, penguatan lini petani dan nelayan sebagai ujung tombak nasional bersifat mutlak.

Keberhasilan Indonesia dalam memacu produktivitas pangan kini diklaim mulai diakui secara internasional. Rapor surplus pada sejumlah komoditas strategis membuat Indonesia naik kelas dari negara importir menjadi negara pengekspor yang mampu menyokong kebutuhan global.

Presiden Prabowo bahkan secara terbuka membocorkan isi komunikasinya dengan kepala pemerintahan negara tetangga terkait permintaan pasokan komoditas produksi dalam negeri.

“Alhamdulillah kita sekarang sudah mulai ekspor, kita sekarang bantu negara-negara lain. Saya ditelepon Perdana Menteri Australia, beliau terima kasih Indonesia punya surplus pupuk, dan mereka minta apakah boleh kita jual ke mereka. Saya bilang, jual, kirim ke mereka. Negara-negara banyak yang minta pupuk dari kita. Negara-negara lain banyak minta beras dari kita, jagung dari kita. Silakan, asal harganya benar,” ungkap Kepala Negara disambut tepuk tangan hadirin.

Tak puas hanya di sektor pangan, Presiden Prabowo juga mematok target agresif untuk melepaskan ketergantungan Indonesia dari jerat impor Bahan Bakar Minyak (BBM) fosil.

Sebagai langkah nyata, pemerintah bersiap meluncurkan (launching) bahan bakar varian B50 pada Juli 2026 mendatang. Kebijakan ini merupakan pemanfaatan teknologi energi terbarukan dengan mencampur solar dengan 50 persen biodiesel berbasis minyak kelapa sawit mentah (CPO) domestik.

“Bulan Juli ini, berapa hari lagi, kita akan launching B50. B50 solar akan kita olah dari kelapa sawit 50 persen. Dengan demikian, kita tidak akan impor solar lagi dari luar negeri, dan kita akan menghemat banyak sekali. Saya perkirakan 3 tahun lagi, maksimal 4 tahun lagi, kita akan swasembada energi. Kita tidak mau impor apa pun untuk BBM kita, untuk energi kita,” cetus Presiden optimistis.

Menutup pidatonya, Kepala Negara menyampaikan rasa hormat dan apresiasi tertinggi kepada seluruh elemen bangsa—mulai dari petani, nelayan, buruh, ulama, hingga jajaran TNI-Polri—yang konsisten mengawal stabilitas nasional.

Pihaknya meyakini persatuan sektor akar rumput adalah modal utama pembentukan Indonesia emas yang mandiri dan disegani dunia.[prs]