Respons Makian Trump, Netanyahu Sebut Bentakan Trump hanya Beda Taktik

Respons Makian Trump, Netanyahu Sebut Bentakan Trump hanya Beda Taktik
Presiden AS Donald Trump menunjuk ke arah Perdana Menteri-Israel Benjamin Netanyahu. //net

Realitarakyat.com — Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menanggapi santai kabar perselisihannya dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang sempat memaki dan menyebutnya “gila” dalam sebuah saluran telepon.

Netanyahu menegaskan bahwa hubungan kedua negara tetap solid dan menganggap insiden tersebut hanyalah sebuah ketidaksepakatan taktis dalam menghadapi situasi perang.

Klarifikasi tersebut disampaikan Netanyahu dalam wawancara eksklusif bersama jurnalis Sara Eisen dari CNBC International.

Pernyataan ini dikeluarkan setelah Trump secara terbuka mengakui telah membentak Netanyahu karena mengabaikan peringatan AS untuk menghentikan operasi militer di Lebanon.

“Kami mungkin memiliki ketidaksepakatan taktis tentang bagaimana menjalankan perang, tetapi kami memiliki kesepakatan dalam banyak hal,” ujar Netanyahu seperti dikutip pada Kamis (4/6/2026).

Netanyahu memilih untuk tidak membesar-besarkan ketegangan tersebut. Ia justru mengalihkan fokus pada kesamaan visi strategis antara Israel dan Amerika Serikat, terutama dalam menghadapi Iran yang ia sebut sebagai ancaman eksistensial bersama.

Menurutnya, fokus utama kedua negara saat ini adalah mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump dalam wawancara terpisah membenarkan bahwa ia sempat kehilangan kesabaran saat berbicara dengan Netanyahu melalui telepon.

Trump mengaku kesal karena Israel justru berniat meningkatkan intensitas serangan ke Lebanon di saat AS mendesak adanya de-eskalasi.

“Saya memang mengatakannya. Saya agak kesal dengan tindakannya yang terus berperang dengan Lebanon. Saya bilang, ‘Bibi, kita harus menghentikan ini,’” kata Trump sebagaimana dikutip dari AFP.

Meski sempat melontarkan kata-kata kasar, Trump kemudian melunakkan pernyataannya. Ia menegaskan bahwa hubungan pribadinya dengan Netanyahu maupun hubungan bilateral antarkedua negara tetap berjalan dengan baik.

“Kami bekerja sama dengan baik… Saya sangat menyukai Bibi (panggilan akrab Netanyahu),” pungkas Trump. (*)