Sore Ini, Prabowo Lantik Nanik S Deyang dan Tokoh Buruh Said Iqbal

Sore Ini, Prabowo Lantik Nanik S Deyang dan Tokoh Buruh Said Iqbal
Presiden Prabowo Subianto. //net

Realitarakyat.com – Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan melantik Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, yakni Nanik S Deyang, serta tokoh buruh Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh pada Senin sore (8/6).

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, menyampaikan bahwa agenda pelantikan kedua pejabat tersebut akan dilakukan secara bersamaan dan digelar pada pukul 15.00–16.00 WIB di Istana Kepresidenan, Jakarta.

“Beberapa agenda beliau (Presiden), di antaranya adalah hari ini direncanakan ada pelantikan pimpinan Badan Gizi Nasional,” kata Prasetyo usai mengikuti rapat koordinasi soal tata kelola ekspor di kompleks parlemen, Jakarta, Senin.

Prasetyo menjelaskan bahwa prosesi pelantikan pimpinan BGN yang baru ini digulirkan setelah Presiden beberapa waktu lalu mengambil langkah tegas untuk mengganti pimpinan lama di lembaga yang menyelenggarakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut.

Sementara itu, terkait penunjukan Said Iqbal, Prasetyo memaparkan bahwa tokoh yang memiliki latar belakang kuat di pergerakan buruh tersebut sengaja diminta langsung oleh Presiden Prabowo untuk membantu mengurai permasalahan ketenagakerjaan serta mendongkrak kesejahteraan kaum pekerja di tanah air.

Namun, untuk saat ini, Prasetyo mengaku belum bisa menjelaskan secara rinci mengenai detail nomenklatur jabatan yang nantinya akan diemban oleh Said.

Lebih lanjut, Mensesneg menegaskan bahwa keputusan Presiden melantik Said Iqbal merupakan wujud nyata dari komitmen kuat pemerintah dalam mengatasi pelbagai benang kusut permasalahan yang selama ini dialami oleh kelompok buruh.

Komitmen keberpihakan tersebut sejatinya sudah sering disampaikan oleh Presiden sejak satu tahun yang lalu.

“Untuk terus bersama-sama kita mencari formula-formula untuk memastikan masalah tenaga kerja dan masalah kesejahteraan buruh itu menjadi prioritas dari pemerintah,” tutur Prasetyo menerangkan alasan taktis di balik penunjukan tersebut.

Sebagai ekor berita, di tengah bergulirnya pelantikan jajaran baru ini, Prasetyo mengklarifikasi sekaligus menepis keras isu liar yang beredar di ruang publik terkait rencana perombakan posisi Menteri Keuangan.

Ia menegaskan secara tegas bahwa pemerintah sama sekali tidak memiliki agenda untuk mengganti posisi Menteri Keuangan saat ini.

Menurut Prasetyo, pelbagai rumor yang beredar di masyarakat mengenai pergantian Menteri Keuangan tersebut dipastikan tidak benar.

“Kalau memang Presiden merasa harus ada penyegaran atau perubahan, pada waktunya nanti akan disampaikan kepada masyarakat,” pungkas Mensesneg.[prs]