Realitarakyat.com – Hubungan bilateral antara Indonesia dan India dipastikan berjalan semakin erat dan komprehensif.
Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan bahwa kedua negara telah sepakat untuk memperkokoh benteng kemitraan strategis melalui perluasan kerja sama di sektor politik, keamanan, pendidikan tinggi, hingga optimalisasi hubungan antarlembaga negara.
Kesepakatan besar ini dicapai pasca-pertemuan bilateral tingkat tinggi dengan Perdana Menteri India, Narendra Modi.
Komitmen penguatan relasi diplomatik dua raksasa Asia tersebut ditegaskan langsung oleh Presiden Prabowo dalam konferensi pers bersama di koridor Istana Merdeka.
“Kami sepakat untuk semakin memperkuat kemitraan melalui peningkatan intensitas pertukaran kunjungan tingkat tinggi, koordinasi yang lebih erat pada mekanisme konsultasi bilateral, dan penguatan kerja sama antarlembaga, termasuk lembaga think tank dan parliamentary friendship groups yang baru dibentuk,” kata Prabowo dalam pernyataannya di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (7/7).
Di sektor pertahanan regional dan stabilitas kawasan, Prabowo memaparkan bahwa Indonesia dan India mempertegas kembali sikap bersama mereka dalam memerangi aksi terorisme global.
Langkah konkret penanggulangan tersebut akan diakselerasi melalui penguatan kerja sama keamanan terstruktur yang diwadahi dalam forum India-Indonesia Security Dialogue.
Tak hanya fokus pada isu geopolitik dan pertahanan, meja perundingan di Istana Merdeka juga melahirkan komitmen besar di sektor peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Kedua negara sepakat untuk memperlebar sayap kerja sama di ranah pendidikan, pengembangan riset, penguasaan teknologi, pelestarian kebudayaan, hingga penguatan hubungan antarmasyarakat (people-to-people contact).
Satu terobosan penting yang paling disoroti dalam kerja sama pendidikan tinggi ini adalah rencana ekspansi institusi pendidikan legendaris asal India ke tanah air.
Pemerintah kedua negara memberikan dukungan penuh atas rencana pendirian kampus Indian Institute of Management (IIM) di Indonesia, sekaligus membuka peluang lebar bagi penjajakan kehadiran Indian Institute of Technology (IIT).
Selain memboyong institusi pendidikan asing, skema beasiswa dan pertukaran pelajar juga akan digenjot.
Langkah menaikkan kuota mahasiswa Indonesia yang menempuh studi ke India sengaja diambil demi mempercepat transfer pengetahuan sekaligus merajut hubungan emosional antargenerasi muda kedua bangsa.
“Kami yakin kesempatan tersebut dapat segera diimplementasikan sehingga memberi hasil dan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara,” ujar Prabowo.[prs]







