Realitarakyat.com – Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan seluruh penggilingan padi yang menjadi mitra maklon wajib mengantongi sertifikasi resmi mulai tahun 2027.
Langkah ini diambil demi mendongkrak mutu Cadangan Beras Pemerintah (CBP) agar memenuhi kualifikasi standar pangan nasional.
Rizal menjelaskan bahwa instrumen sertifikasi dirancang untuk memastikan setiap penggilingan memiliki kapabilitas memadai dalam memproduksi beras yang higienis, layak konsumsi, dan berkualitas tinggi.
“Nah, inilah kita lagi mengajak teman-teman penggilingan-penggilingan untuk meningkatkan kualitasnya. Karena di tahun 2027 nanti, kami akan melaksanakan sertifikasi penggilingan-penggilingan padi. Tujuannya tidak lain dan bukan untuk meningkatkan kualitas,” kata Rizal saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (31/7/2026).
Pihaknya menegaskan bahwa kelulusan uji sertifikasi bakal menjadi syarat mutlak bagi para pelaku usaha penggilingan yang ingin menjalin kerja sama maklon dengan Bulog.
“Nah, kalau nanti sudah ada sertifikasi, berarti penggilingan-penggilingan tersebut berhak dan wajib menjadi mitra maklonnya Bulog. Kalau tidak lulus sertifikasi, berarti tidak bisa, karena tidak memenuhi syarat untuk menjadi mitra Bulog,” ujar Rizal.
Rizal menyebut pergeseran fokus Bulog saat ini tidak lagi sekadar mengejar pemenuhan kuantitas penyerapan beras, tetapi lebih menitikberatkan pada perbaikan standar produk secara menyeluruh.
“Jadi kita berdasarkan itu, sehingga intinya kualitas dari beras-beras Bulog ke depan semakin baik, kemudian berasnya sehat, bersih, tidak berbau, tidak berkutu. Harus betul-betul berkualitas beras yang kita berikan kepada rakyat,” katanya menegaskan.
Di sisi lain, kebijakan sertifikasi ini tetap memprioritaskan pemberdayaan penggilingan padi berskala kecil milik masyarakat guna memperkuat rantai ekonomi daerah.
Rizal membeberkan bahwa kebijakan tersebut sejalan dengan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto yang meminta Bulog untuk merangkul penggilingan rakyat ketimbang bergantung pada industri besar.
“Sesuai arahan Bapak Presiden, agar Bulog memberdayakan penggilingan-penggilingan kecil yang miliknya masyarakat untuk menjadi lebih diberdayakan, hidup kembali. Karena di era-era yang lalu lebih cenderung menggunakan penggilingan-penggilingan besar,” kata Rizal.
Hingga saat ini, Perum Bulog mencatat telah menjalin kemitraan dengan puluhan ribu unit penggilingan padi di seluruh Indonesia guna memperkuat kedaulatan dan ketahanan pangan nasional.[prs]







