Kata Bawaslu, Antusias Masyarakat di Pilkada Serentak 2020 Tinggi

Realitarakyat.com – Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Fritz Edward Siregar melihat adanya antusiasme masyarakat dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada ) Serentak 2020.
“Saya memberikan apresiasi kepada seluruh pihak, kepada penyelenggara, TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Kesehatan. Saya apresiasi juga masyarakat yang hadir di tempat pemungutan suara (TPS),” kata Fritz saat menjadi pembicara pada diskusi Empat Pilar MPR dengan tema “Membaca Proses Demokrasi Pilkada di Tengah Pandemi” di Media Center MPR/DPR, Jakarta, Kamis (10/12/2020).
Menurutnya antusiasme masyarakat dan penerapan protokol kesehatan bisa dilihat pada saat di TPS, seperti menggunakan masker, mengikuti protokol kesehatan. Fritz menyebut Pilkada Serentak 2020 adalah ujian demokrasi.
“Pemilihan di AS, Korea Selatan, Singapura, memiliki persoalan yang berbeda dengan Indonesia. Kita bisa melaksanakan agenda demokrasi ini dengan tingkat partisipasi yang ada dan dengan berbagai persoalannya,” ujarnya.
Fritz juga mengungkapkan catatan Bawaslu selama pemungutan suara di TPS dan pelanggaran yang terjadi. Disebutkan Bawaslu mendapatkan data dari 225.000 TPS .
“Hasil pengawasan kami dari Sistem Pengawasan Pemilihan Umum (Siswalu ) yang mencakup 74% dari seluruh TPS menemukan pelanggaran sebelum hari H atau sebelum pemungutan, dari 100 ribu TPS yang sudah masuk datanya, terjadi 18 ribu pelanggaran dengan berbagai jenis,” ungkapnya.
Selain itu, Fritz juga menyebut masih ada persoalan klasik dalam Pilkada ini. Misalnya, orang yang memenuhi syarat untuk memilih, tapi tidak bisa memilih. Ada orang yang tidak memiliki hak pilih tapi bisa mencoblos, ada orang yang bisa mencoblos tapi mencontreng, surat suara tertukar, masih adanya persoalan di TPS seperti daftar pemilih tetap (DPT) tidak ditempel, Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang memberi tanda di kertas suara, tidak menandatangani kertas suara.
“Itu hal klasik yang hampir selalu terjadi di setiap pemilihan. Itu temuan Bawaslu dalam Pilkada Serentak 2020,” paparnya.[prs]