Realitarakyat.com – Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Bintoro mengungkap, pihaknya tengah mendalami isi telepon genggam (HP) milik Brigadir RA, anggota Polresta Manado, Sulawesi Utara.
Diketahui Brigadir RA ditemukan meninggal dunia di dalam mobil di Mampang Prapatan diduga karena melakukan bunuh diri.
“Kegiatan hari ini kami fokus mendalami isi telepon genggam milik korban,” kata di Jakarta, Senin (29/4).
Pendalaman isi telepon genggam yang dilakukan oleh Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan fokus pada isi percakapan antara korban Brigadir RA dan istrinya.
Setelah semua selesai, maka pihaknya akan mengungkap isi percakapan korban kepada publik agar kasus yang sedang ditangani jelas dan tidak ada yang perlu dicurigai.
“Untuk isinya akan kami rilis di hari Senin. Khususnya SMS (percakapan) antara istri dan korban,” tuturnya.
Sebelumnya, Wakasatreskrim Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Henrikus Yossi mengatakan, keluarga Brigadir RA menolak untuk dilakukan autopsi terhadap jenazah polisi itu, sehingga segera diterbangkan ke Manado, Sulawesi Utara.
“Keluarga telah menerima jenazah dan selanjutnya dibawa ke Bandara Soekarno-Hatta untuk selanjutnya diterbangkan ke Sulawesi Utara,” kata Yossi di Jakarta, Sabtu (27/4).
“Jadi, hanya dilakukan pemeriksaan ‘visum et repertum’ atau pemeriksaan luar tanpa dilakukan autopsi dan selanjutnya diberikan atau diserahkan kepada keluarga,” katanya malnjutkan.
Pihak keluarga telah hadir di RS Polri untuk melihat secara langsung kondisi jenazah almarhum RA.
“Selain itu, keluarga juga telah menerima penjelasan secara komprehensif dari tim dokter forensik RS Polri terkait dengan kondisi jenazah berdasarkan pemeriksaan luar atau visum luar terhadap jenazah,” katanya.







