Banyak Logistik Pilkada 2024 yang Diterima KPU Kota Tangerang Rusak Sehingga Tak Dapat Digunakan

KPU
Logistik KPU/net

Realitarakyat.com – Logistik untuk Pilkada 2024 yang diterima Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangerang Selatan banyak yang ditemukan dalam keadaan rusak alias tidak dapat digunakan.

“Item logistik yang pertama diterima adalah kotak suara, bilik suara, beserta segel atau tali tis. Hasil pengecekan ditemukan ada 20 bilik suara dalam kondisi rusak,” kata Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Kota Tangerang Selatan, Ajat Sudrajat, Selasa, 1 Oktober 2024.

Ajat merinci, jumlah bilik suara yang diterima pada tahap pertama sebanyak 8.240 buah. Jumlah tersebut sesuai dengan kebutuhan Pilkada 2024. Kemudian, 1.850 kotak suara, segel plastik sebanyak 24.270 buah.

“Untuk bilik suara pengganti yang rusak akan segera dikirim ulang oleh vendor penyedia barang. Memang ada perbedaan spek dari logistik Pilkada dengan Pemilu kemarin,” ucapnya.

Ajat menyebut, secara umum mungkin perbedaan spek kardus kotak suara dibagian kaca tampak depan. Dari hasil uji coba diyakini kualitas plastik kotak suara Pilkada lebih baik, karena terlihat lebih bening ketimbang saat Pilpres dan Pileg kemarin.

“Namun diameter ukuran kardus kotak suara yang dipakai baik Pilkada maupun Pemilu kemarin tetap sama. Yakni, berukuran 40 x 40 cm dan lemnya juga lebih kuat, sehingga tidak mudah jebol,” ujarnya.

Ajat menjelaskan, saat ini logistik tahap pertama itu disimpan di kawasan pergudangan Multiguna, Kecamatan Serpong Utara. “Kami secara bertahap juga menunggu pasokan logistik tahap kedua serta pergantian logistik yang rusak,” kata dia.

Diketahui, Pilkada Tangerang Selatan tercatat jumlah daftar pemilih tetap ada sebanyak 1.058.127 jiwa. Masing-masing terdiri atas warga laki-laki 517.809 orang, dan perempuan 540.318 jiwa.

Sementara jumlah tempat pemungutan suara (TPS) mencapai 2.060, yang tersebar pada 54 kelurahan dan tujuh kecamatan. Kontestan Pilkada Tangerang Selatan diikuti oleh dua pasangan calon (paslon), yakni Benyamin Davnie-Pilar Pilar Saga Ichsan dan Ruhamaben-Shinta Wahyuni Chaeruddin.***