Realitarakyat.com – Aksi peluru nyasar dan satu aksi perammpokan terjadi di Kawasan BSD City yang meliputi wilayah Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan.
Aksi peluru nyasar bahkan terjadi tiga kali sehingga membuat warga di kawasan tersebut khawatir
Peristiwa terbaru peluru nyasar yang merusak kaca lantai dua ruko kecantikan di kawasan bisnis Foresta, BSD City, Pagedangan, Kabupaten Tangerang.
Akibatnya, terdapat lubang serta pecahan kaca dan barang bukti berupa proyektil yang sedang didalami polisi.
Kapolsek Pagedangan, AKP Daniel Dirgala membenarkan dan kepolisian telah memeriksa beberapa orang saksi. “Para saksi adalah pegawai salon kecantikan yang mengetahui peristiwa tersebut,” ujarnya, Kamis (21/11/2024).
Peristiwa peluru nyasar, menurut Daniel, sebelumnya pernah terjadi di Jalan Gading Golf Boulevard, Pagedangan, pada Selasa (5/11/2024). Peristiwa tersebut melukai SH (48), pengemudi kendaraan roda empat.
“Polisi juga mendapati peluru nyasar mengenai rumah warga di kawasan Pondok Paku Alam, Serpong Utara, Tangerang Selatan (Tangsel). Peristiwa itu pada Minggu (10/11/2024), melubangu plafon rumah warga,” kata Daniel.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, membenarkan peristiwa tersebut. Saat ini, barang bukti yang diamankan diserahkan ke Polres Tangsel untuk penyelidikan lebih lanjut.
“Barang bukti dua butir gotri dibawa ke Inafis Polres Tangerang Selatan. Sampai saat ini, polisi masih menyelidiki ketiga kejadian peluru nyasar tersebut,” ucapnya.
Menurut Ade Ary perumahan klaster mewah dikawasan BSD City, Kota Tangerang Selatan, rawan aksi perampokan. Aksi itu terjadi Perumahan Bukit Golf dan perumahan Nusa Loka Sektor XlV, Serpong.
Dia membeberkan perampokan di Perumahan Bukit Golf yakni, brankas senilai Rp5 miliar dan 1 kg emas batangan raib. “Pelaku merupakan sindikat spesialis pencurian brankas,” ujarnya.
Terpisah, Tiara Sari, warga perumahan di Nusa Loka Sektor XlV, Serpong, juga mengaku mengalami perampokan. Kerugian yang dialami yakni, uang tunai Rp12 juta serta parfum mewah milik suaminya.
“Jadi, kejadian saat rumah saya kosong, saya lagi ke Bogor. Lewat rekaman CCTV, saya curiga dengan gerak-gerik maling yang luwes membuka gerbang rumah, padahal biasanya sulit dilakukan oleh orang baru,” kata Tiara.***






