News  

Ketersediaan Hewan Kurban Lebihi Kebutuhan Masyarakat

Hewan Kurban, Pj Gubernur DKI
Sapi Pj Gubernur DKI Heru Budi Hartono menjadi hewan kurban pertama yang disembelih. DOK/NET

Realitarakyat.com – Ketersediaan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 1446 Hijriyah dipastikan Kementerian Pertanian (Kementan) melebihi kebutuhan masyarakat.

Kondisi itu diketahui pasti berkat koordinasi dan identifikasi hewan ternak yang dilakukan bersama dinas terkait baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota se-Indonesia.

“Berdsarkan dari data kita kebutuhan kurban baik sapi, kambing dan domba sekitar 2 jutaan dan itu stok kita melebihi itu. Jadi dari segi ketersediaan baik untuk kambing, domba maupun sapi aman,” ujar Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH), Kementan, Agung Suganda, Selasa (13/5/2025).

Lalu yang kedua, sambung Agung, fokus menjaga penyakit hewan menular pada ternak-ternak kurban yang tersedia. “Kita jaga agar para pedagang, kemudian juga masyarakat agar ternaknya semua dijamin sehat dan tidak ada penyakit yang menyertainya,” kata dia.

Oleh sebab itu, lanjutnya, stok aman dan tidak ada hewan ternak untuk kurban terinfeksi oleh penyakit yang terpantau saat ini. “Jadi itu InsyaAllah yang bisa kita lakukan dan siap untuk penyembelihan hewan kurban pada 6 Juni 2025 mendatang,” ucap Agung.

Agung menuturkan sejak jauh-jauh hari pihaknya sudah menerbitkan surat edaran kepada seluruh otoritas penteriner diseluruh provinsi, kabupaten/kota. Tujuannya untuk bersiap siaga dan melakukan pengawasan terkait dengan kesehatan ternak diwilayahnya masing-masing.

“Termasuk menjelang Hari Raya Iduladha nanti. Maka, lapak-lapak semua harus diawasi, kalau daerah konsumen seperti Jakarta ini tentu harus mengambil dan memastikan bahwa ternak yang dikirim dari daerah asal adalah ternak yang sehat, sudah divaksin,” ujarnya.

Agung mengimbau masyarakat membeli hewan kurban pada dilapak-lapak yang hewannya sehat, resmi serta diawasi oleh pemerintah daerah. Walaupun, untuk penyakit hewan menular saat ini pihaknya bisa mengendalikan berdasarkan laporan ada didaerah-daerah produsen.

“Sejauh ini kita bisa mengendalikan sebaran penyakitnya dan tidak ada informasi yang terkait dengan peningkatan kasus penyakitnya. Walau kita salah satu negara endemis PMK (Penyakit Kuku dan Mulut, Red), tapi kita tetap bisa pertahankan peningkatan kasusnya dan aman,” kata Agung. ***
​