Realitarakyat.com – Titik api di Provinsi Riau secara umum telah menurun dibandingkan hari-hari sebelumnya.
Hal itu disimpulkan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, usai melihat langsung perkembangan situasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau menggunakan helikopter.
Menteri Kehutanan menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem dan potensi kebakaran lanjutan.
“Terutama berdasarkan peringatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait tingkat kekeringan yang sangat tinggi. Ini sekaligus antisipasi apa yang harus kita lakukan,” kata Raja Juli, Kamis (24/7/2025).
Raja Juli mengungkapkan secara umum titik api sudah mengalami penurunan. Namun pihaknya akan terus melakukan kordinasi dengan BMKG terkait cuaca ekstrem.
Ia menyampaikan peringatan tegas kepada pihak-pihak yang masih nekat melakukan pembakaran hutan atau lahan secara ilegal. Kunjungannya ke Riau menegaskan langkah cepat yang dilakukan Kemenhut dalam menanggulangi karhutla.
“Kami telah melakukan langkah-langkah mengintensifkan koordinasi dengan para pihak. Dan menambah aksi lapangan pengendalian karhutla,” ujarnya.
Sampai saat ini, Patroli Terpadu yang melibatkan personil Manggala Agni, TNI, POLRI, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) dilaksanakan di 9 posko. Yakni di desa yaitu di Kabupaten Bengkalis, Kota Dumai, Indragiri Hilir, Kampar, Kepulauan Meranti, Pelalawan, dan Siak.
Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dilaksanakan oleh BNPB, BMKG dan mitra swasta. Ini menjadi langkah penting dalam upaya mengurangi potensi kekeringan pada lahan gambut.
Sampai dengan saat ini, 2 tahap OMC sebanyak 14 sortie, dengan jumlah bahan yang disemai pada awan sebanyak 12.600 kg (NaCl). Selanjutnya OMC akan terus dilaksanakan selain di wilayah Riau, seperti di Sumsel, Jambi, Kalbar, Kalteng, Kalsel, dan Kaltim.
“Ada angka penurunan titik api di Riau. Dari awalnya tanggal 16 di angka 1.300 titik, per hari ini tinggal sekitar 116 titik,” katanya.
Kementerian Kehutanan mengimbau agar semua pihak terus meningkatkan kesiagaan dan upaya pencegahan karhutla. Sinergitas, kolaborasi dan kerjasama yang solid dari seluruh stakeholders Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.
“Seberapa pun hebatnya pemerintah melakukan pemadaman dengan berbagai macam metodologi. Meskipun perlu dioptimalisasi, tidak ada lagi kasus baru dan tidak ada tersangka baru,” ujarnya. ***







