DPR  

Hetifah Minta Maaf atas Tragedi, Serukan Introspeksi Parlemen

Ketua Komisi X DPR, Hetifah Sjaifudian/Ist
Ketua Komisi X DPR, Hetifah Sjaifudian. //Ist

Realitarakyat.com – Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas tragedi yang terjadi dalam dinamika demokrasi belakangan ini.

Ia menegaskan perlunya introspeksi tulus dari parlemen agar lebih bijak dalam menyikapi aspirasi publik.

“Demokrasi hanya bisa tumbuh bila ruang masyarakat untuk menyampaikan pendapat tetap terjaga dan rakyat merasa didengar tanpa rasa takut,” kata Hetifah di Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (31/8).

Menurutnya, peristiwa yang menelan korban jiwa dalam penyampaian aspirasi merupakan pengingat menyakitkan bahwa sikap para wakil rakyat dalam menanggapi suara masyarakat memiliki konsekuensi besar bagi kehidupan berbangsa.

Hetifah menekankan bahwa momen ini harus menjadi titik balik bagi DPR untuk lebih membuka telinga dan hati terhadap rakyat. Ia mengakui, sekadar permintaan maaf tidak cukup untuk memulihkan kepercayaan publik.

Sebagai langkah konkret, legislator dari daerah pemilihan Kalimantan Timur itu berkomitmen untuk memperjuangkan agar suara rakyat sungguh-sungguh mendapat ruang yang layak di parlemen.

“Saya menyampaikan belasungkawa yang mendalam terhadap korban-korban yang berjatuhan. Tidak ada suara rakyat yang seharusnya dibayar dengan nyawa,” ujarnya.

Hetifah juga mendukung penuh sikap fraksinya untuk menindaklanjuti aspirasi masyarakat, termasuk melakukan evaluasi terhadap fasilitas, tunjangan, dan pengeluaran anggaran DPR yang dinilai berlebihan.

Selain itu, ia menegaskan pentingnya proses hukum yang adil dan transparan atas setiap peristiwa yang merenggut korban jiwa.

“Sudah saatnya kami lebih bijak dan berempati dalam membuat pernyataan publik,” tambahnya.

Hetifah berharap tragedi serupa tidak terulang kembali, serta setiap lembaga negara, khususnya DPR, dapat mengambil pelajaran berharga untuk memperbaiki diri secara fundamental dalam menjalankan amanat sebagai wakil rakyat.[prs]