News  

Indonesia Selesaikan Sengketa Perbatasan Laut Ambalat dengan Baik-baik

Indonesia Selesaikan Sengketa Perbatasan Laut Ambalat dengan Baik-baik
Menteri Luar Negeri RI, Sugiono. //net

Realitarakyat.com – Indonesia akan menyelesaikan sengketa perbatasan Laut Ambalat dengan baik-baik secara diplomatik.

Menteri Luar Negeri Sugiono meyatakan Laut Ambalat terletak di perairan Laut Sulawesi atau Selat Makassar, di dekat perbatasan antara Sabah, Malaysia, dan Kalimantan Utara, Indonesia.

“Selesaikan baik-baik. Kita selesaikan (melalui) diplomasi dan baik-baik,” ujar Menlu RI saat ditemui usai menghadiri peringatan Hari ASEAN ke-58 di Markas Besar ASEAN, Jakarta, Jumat (8/8/2025).

Terpisah, Dirjen Asia Pasifik dan Afrika, Abdul Kadir Jailani mengungkapkan, perundingan terkait Laut Ambalat dengan Malaysia telah berjalan selama 43 putaran sejak 2005. Ia menambahkan, proses perundingan perbatasan diakui memiliki kompleksitas teknis yang cukup pelik karena memerlukan waktu.

“Dan, dalam proses perundingan tersebut Indonesia akan terus memperjuangkan dengan mengendepankan kepentingan nasional. Serta, berdasarkan prinsip-prinsip yang ada dalam UNCLOS 1982 (Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut.”

Selain itu, Kadir memastikan pemimpin kedua negara juga memiliki atensi terhadap sengketa Laut Ambalat dan tetap mengacu pada hukum internasional dalam proses penyelesaian yang ada.

“Kerja sama (pengelolaan wilayah Laut Ambalat oleh satu pihak-red) seperti itu masih dalam proses pembicaraan. Yang pasti dalam pembicaraan kedua pemimpin, kita melihat segala kemungkinan di mana kita berusaha mencari solusi terbaik bagi kedua negara, sesuai hukum internasional yang pasti,” kata Kadir.

Sebelumnya, Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim menyebut, negosiasi penting dikedepankan Indonesia dan Malaysia dalam menangani sengketa perbatasan. Kata Anwar saat menyampaikan pidato kebijakan di Markas Besar ASEAN, Jakarta, Selasa (29/7/2025).

Ambalat adalah blok laut seluas sekitar 15.235 kilometer persegi yang terletak di perairan Laut Sulawesi atau Selat Makassar, berada di perbatasan wilayah Sabah, Malaysia, dan Kalimantan Utara, Indonesia.

Laut Ambalat disebut sangat strategis karena mengandung cadangan minyak dan gas bumi, khususnya di Blok ND6 dan ND7. Malaysia sendiri telah memberikan konsesi kepada perusahaan migas asing. ***