News  

Kantor Basarnas dari Bali Hingga Maumere Diminta Siaga Tolong WNA

Kantor Basarnas dari Bali Hingga Maumere Diminta Siaga Tolong WNA
Kepala Basarnas Marsekal Madya Mohammad Syafii. (instagram @sar_nasional)

Realitarakyat.com – Kantor-kantor Basarnas wilayah Bali, Mataram, Kupang hingga Maumere diminta siaga hadapi aktivitas warga negara asing (WNA) yang membutuhkan pertolongan.

“Kita perlu evaluasi, kantor SAR yang ada di sekitar Bali ini memiliki tanggung jawab tidak ringan, ada aktivitas-aktivitas yang dilakukan oleh WNA, untungnya selama ini kita mampu melaksanakan tugas itu,” kata Kepala Basarnas RI Mohammad Syafii, Hari Kamis (16/10/2025).

Kepala Basarnas RI melihat belakangan banyak kejadian yang melibatkan WNA dalam kerja-kerja SAR, seperti WNA yang terperosok di gunung, kapal tenggelam, dan banjir besar Bali.

Belum lagi sejumlah wilayah tengah seperti Labuan Bajo masuk kawasan wisata prioritas sehingga tugas tim SAR tidak mudah.

“Itu bagian tugas kita yang harus menjadi perhatian khusus, karena itu saya hadir, kalau kita lihat kantor SAR yang kita miliki ini dengan personel yang terbatas, dengan sarana-prasarana yang masih kurang tetapi tugas-tugas bisa dilaksanakan, tidak lain karena kolaborasi, sinergi antarkantor SAR dengan seluruh potensi,” ujarnya.

Mohammad Syafii menyadari wilayah tengah meski tugasnya berat mengawal aktivitas WNA, masih ada keterbatasan pada sarana prasarana pendukung kerja.

Melihat kejadian-kejadian setahun terakhir, dirasa perlu adanya helikopter sendiri milik Basarnas, namun karena keterbatasan anggaran ia mendorong penerapan strategi dengan mengoptimalkan apa yang ada.

“Saya pastikan kalau bicara masalah kompetensi dari SAR nasional sudah cukup, hanya saja memang kalau kita ingin melengkapi setiap wilayah harus dengan peralatan yang lengkap, itu yang memang belum, jadi kalau ada operasi bisa dilaksanakan secara mandiri dengan peralatan yang ada,” katanya.

Langkah lain yang bisa dilakukan wilayah tengah atau Bali Nusra adalah saling memanfaatkan alutsista daerah lain, seperti ketika seorang WNA terperosok di Gunung Rinjani, dapat meminjam helikopter SGi Air Bali yang sering dipakai dalam misi di Bali.

“Jadi, tidak perlu Basarnas menghadirkan pesawat dari Surabaya atau Bogor, di sana sebenarnya sinergi kita dengan wilayah yang sama, tetapi kalau misalkan kejadian seperti kemarin di pondok pesantren di Sidoarjo bangunan runtuh kita laksanakan operasi khusus hadirkan grup dari Jakarta,” ujarnya. ***