Realitarakyat.com – Menyusul kasus tragis yang menimpa seorang terapis spa di Jakarta Selatan, seorang pengamat Publik Erwin meminta agar seluruh pelaku usaha di sektor hiburan malam dan spa lebih selektif dalam proses perekrutan karyawan. Ia menyoroti perlunya pengawasan ketat terhadap praktik rekrutmen yang berpotensi menjerumuskan pekerja ke dalam eksploitasi.
Menurut pengamat tersebut, saat ini banyak tempat hiburan malam dan spa yang menawarkan pekerjaan sebagai terapis atau pendamping tamu (Lady Companion/LC), namun kenyataannya tidak sedikit yang berujung pada praktik yang menyimpang dari fungsi awal pekerjaan tersebut.
“Pemerintah perlu turun tangan untuk memastikan bahwa proses perekrutan di sektor ini dilakukan secara transparan dan bertanggung jawab. Jangan sampai lowongan kerja yang beredar di media sosial justru menjadi pintu masuk eksploitasi,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa perlindungan terhadap pekerja, terutama perempuan dan anak di bawah umur, harus menjadi prioritas. Pengawasan terhadap tempat usaha yang bergerak di bidang hiburan malam dan spa perlu diperkuat, termasuk regulasi yang mengatur standar perekrutan dan perlakuan terhadap karyawan.
“Kasus yang terjadi baru-baru ini menjadi alarm bagi kita semua. Dunia usaha harus memiliki tanggung jawab moral, dan pemerintah wajib memastikan tidak ada celah bagi praktik yang merugikan pekerja,” tambahnya.
Pengamat tersebut juga mendorong agar instansi terkait seperti Kementerian Ketenagakerjaan, Dinas Sosial, dan aparat penegak hukum bekerja sama dalam membentuk sistem pengawasan terpadu. Tujuannya adalah untuk mencegah terjadinya eksploitasi dan memastikan bahwa tempat kerja di sektor hiburan malam dan spa tetap berada dalam koridor hukum dan etika.(Din)







