Realitarakyat.com – Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menegaskan komitmen Indonesia untuk menjadi salah satu pemimpin dunia dalam percepatan transisi energi dan dekarbonisasi pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Iklim Pemimpin Dunia atau COP 30 yang digelar di Brasil.
“COP 30 menjadi momentum penting untuk menunjukkan komitmen Indonesia kepada para pemimpin dunia dalam mempercepat transisi energi dan mencapai target dekarbonisasi. Ini sejalan dengan pesan yang terus disampaikan Presiden Prabowo Subianto di berbagai forum internasional,” ujar Eddy dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (11/11).
Dalam pertemuan tersebut, Eddy dijadwalkan menjadi pembicara dalam tiga sesi, termasuk di Asia Climate Solutions Pavilion dan Paviliun Indonesia. Beberapa tema yang akan ia angkat antara lain karbon sebagai pilar ekonomi baru dan peluang Indonesia menjadi produsen Sustainable Aviation Fuel (SAF) kelas dunia.
Sebagai bagian dari delegasi Indonesia yang dipimpin Utusan Khusus Presiden bidang Iklim Hashim Djojohadikusumo, Eddy menekankan bahwa Indonesia memiliki modal besar dalam menuju ekonomi hijau, dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah—mulai dari 126 juta hektare kawasan hutan hingga 3,3 juta hektare hutan mangrove, yang merupakan salah satu yang terbesar di dunia.
“Poin penting yang akan saya sampaikan adalah dukungan terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo sebagai climate leader dalam aksi iklim global,” jelasnya.
Selain itu, Eddy juga akan menyoroti potensi pengembangan ekonomi karbon di Indonesia sebagai pilar ekonomi baru.
Ia menyebut bahwa Peraturan Presiden (Perpres) tentang pasar karbon menjadi wujud nyata komitmen Presiden Prabowo dalam membangun pasar karbon berintegritas tinggi guna mendukung pertumbuhan ekonomi hijau.
Dalam kesempatan berbicara di forum COP 30 nanti, Doktor Ilmu Politik Universitas Indonesia ini juga akan memaparkan perkembangan pembahasan sejumlah Rancangan Undang-Undang (RUU) penting di Indonesia, seperti RUU Energi Baru dan Terbarukan serta RUU Pengelolaan Perubahan Iklim.
“Melalui forum ini, kami ingin menunjukkan bahwa lembaga legislatif di Indonesia turut berperan aktif dalam mendorong percepatan akselerasi energi terbarukan,” tegas Eddy.[prs]







