Realitarakyat.com – Pertimbangan membatasi dan mencari jalan keluar pengaruh game online diminta
Presiden Prabowo Subianto saat rapat kabinet di Jalan Kertanegara, Jakarta, Minggu (9/11/2025).
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan Presiden menyoroti potensi dampak negatif game online terhadap perilaku generasi muda. Ia menilai beberapa permainan digital menampilkan unsur kekerasan yang dapat memengaruhi cara berpikir anak-anak.
“Tidak menutup kemungkinan game online ini ada hal-hal yang kurang baik. Itu bisa memengaruhi generasi kita ke depan,” ujar Prasetyo saat berbincang dengan awak media.
Prasetyo mencontohkan permainan bergenre tembak-tembakan seperti PUBG yang dinilai berisiko bagi anak. Menurutnya, tampilan kekerasan dalam game dapat membuat pemain terbiasa dengan aksi brutal.
“Disitu ada jenis-jenis senjata dan mudah sekali untuk dipelajari, ini lebih berbahaya lagi. Nanti secara psikologis terbiasa melakukan yang namanya kekerasan itu, sebagai sesuatu yang mungkin menjadi hal biasa,” kata Mensesneg.
Sementara Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan penyelidikan kasus ledakan di SMAN 72 Jakarta masih berlanjut. Kapolri mengatakan Polisi menemukan senjata mainan yang diduga digunakan pelaku dalam peristiwa tersebut.
“Kita temukan jenis senjatanya senjata mainan, ada tulisan-tulisan tertentu, kami akan mendalami motifnya. Bagaimana pelaku merakit dan melaksanakan aksinya, semuanya akan dijelaskan setelah semua informasi-informasi, temuan-temuan, hasil penyelidikan dan penyidikan lengkap,” ujar Kapolri di Istana Kepresidenan Jakarta, Sabtu (8/11/2025).
Kapolri juga menambahkan bahwa pelaku berusia 17 tahun dan masih berstatus pelajar di sekolah itu. “Informasi sementara masih dari lingkungan sekolah tersebut,” ujarnya. ***







