Realitarakyat.com – Anggota Komisi XII DPR RI Cek Endra meminta PT Pertamina Patra Niaga meningkatkan kesiapan distribusi dan pengawasan elpiji bersubsidi 3 kilogram secara nasional menjelang Ramadhan dan Idul Fitri.
Desakan ini muncul seiring meningkatnya kebutuhan energi rumah tangga yang berpotensi memicu kelangkaan pasokan dan lonjakan harga di tingkat masyarakat.
“Kesiapan menghadapi Ramadhan dan Idul Fitri harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penambahan suplai, penguatan pengawasan distribusi, hingga koordinasi dengan pemerintah daerah,” kata Cek Endra dalam keterangannya, Kamis (12/2).
Permintaan tersebut disampaikan dalam rangkaian Kunjungan Spesifik Komisi XII DPR RI pada Masa Sidang III di Kepulauan Bangka Belitung yang membahas kesiapan sektor energi nasional menjelang periode hari besar keagamaan.
Cek Endra menyoroti temuan lapangan di sejumlah daerah di Provinsi Jambi, seperti Sarolangun, Merangin, Bungo, dan Batanghari.
Berdasarkan pemantauan tersebut, terjadi kelangkaan LPG 3 kg yang berdampak langsung pada kenaikan harga di tingkat konsumen hingga berkisar Rp40.000–Rp60.000 per tabung, jauh di atas harga eceran yang ditetapkan pemerintah.
Kondisi itu dinilai menjadi peringatan dini akan rapuhnya rantai distribusi LPG bersubsidi jika tidak diantisipasi dengan langkah sistematis, terutama menjelang Ramadhan yang identik dengan peningkatan konsumsi energi rumah tangga dan usaha mikro.
Menurut Cek Endra, Pertamina Patra Niaga sebagai operator distribusi BBM dan LPG memegang peran kunci dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga. Ia menekankan pentingnya pengawasan ketat untuk mencegah penyimpangan distribusi yang kerap muncul saat permintaan meningkat.
Menanggapi masukan tersebut, Direktur Pemasaran Pertamina Patra Niaga Alimidin Baso bersama perwakilan MOR II, Erwin, menyatakan kesiapan perusahaan untuk merespons dinamika di lapangan. Salah satu langkah yang akan ditempuh adalah pelaksanaan operasi pasar di wilayah yang mengalami tekanan pasokan dan kenaikan harga.
Manager Operasional Regional II Subagsel, Erwin, menyampaikan bahwa operasi pasar akan dilakukan dengan menggandeng pemerintah daerah setempat. Langkah ini ditujukan untuk menjaga ketersediaan pasokan sekaligus menahan laju kenaikan harga agar tetap terjangkau oleh masyarakat.
Komisi XII DPR RI menilai periode Ramadhan dan Idul Fitri merupakan ujian penting bagi ketahanan distribusi energi nasional. Tanpa langkah antisipatif yang kuat, gejolak harga dikhawatirkan meluas dan menurunkan daya beli masyarakat, khususnya kelompok ekonomi menengah ke bawah.
Legislator dari daerah pemilihan Jambi itu menambahkan bahwa evaluasi tata kelola distribusi LPG bersubsidi perlu dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, penguatan sistem distribusi harus memastikan LPG 3 kg benar-benar diterima oleh kelompok yang berhak dan tidak disalahgunakan oleh pihak tertentu.
Ia berharap sinergi antara Pertamina, pemerintah daerah, dan pengawasan dari DPR mampu menjaga stabilitas pasokan energi selama Ramadhan dan Idul Fitri, sekaligus memberikan kepastian harga bagi masyarakat.[prs]







