Realitarakyat.com – Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron mendorong pemerintah agar menyiapkan langkah-langkah antisipatif guna meredam potensi kenaikan harga bahan pangan menjelang bulan suci Ramadan.
Ia menilai stabilitas harga menjadi faktor penting agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang.
Herman menyampaikan hal tersebut menyusul mulai terjadinya kenaikan harga sejumlah komoditas pangan di pasar tradisional di berbagai daerah. Kondisi itu, menurutnya, telah dirasakan langsung oleh pedagang maupun konsumen.
“Tinggal bagaimana pemerintah mempersiapkan antisipasinya supaya betul-betul dalam masa Ramadan masyarakat bisa menjalankan ibadah dengan baik. Kemudian seluruh kebutuhan bahan pokoknya bisa stabil,” kata Herman di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (4/2).
Meski demikian, Herman menilai fluktuasi harga pangan menjelang Ramadan merupakan fenomena yang lazim terjadi. Namun, ia mengingatkan negara perlu hadir apabila lonjakan harga berlangsung terlalu tinggi dan memberatkan masyarakat.
“Saya kira hukum-hukum ekonomi tidak bisa dihindarkan ya ketika terjadinya demand yang meningkat, tentu biasanya itu mendongkrak terhadap harga,” ungkapnya.
Menurut Herman, selama kenaikan harga masih dalam batas wajar dan dapat dijangkau daya beli masyarakat, kondisi tersebut masih dapat diterima.
Namun, ia menegaskan pemerintah harus segera melakukan intervensi jika harga melampaui ambang psikologis yang dirasakan masyarakat.
“Tetapi sepanjang peningkatan harga itu wajar dan masih terjangkau oleh masyarakat. Menurut saya, wajarlah, tetapi nanti kalau sudah melampaui batas psikologis harga baru itu harus ada intervensi dari pemerintah,” kata Herman menambahkan.[prs]






