DPR  

Angka Kematian Mudik 2026 Anjlok 28%, DPR Puji ‘Tangan Dingin’ Polri!

Angka Kematian Mudik 2026 Anjlok 28%, DPR Puji 'Tangan Dingin' Polri!
Anggota Komisi III DPR RI, Nasyirul Falah Amru atau yang akrab disapa Gus Falah/Net

Realitarakyat.com – Komisi III DPR RI memberikan apresiasi tinggi kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) atas keberhasilan menekan angka kecelakaan lalu lintas selama periode Lebaran 2026. Data terbaru menunjukkan penurunan signifikan pada tingkat fatalitas korban jiwa dibandingkan tahun sebelumnya.

Berdasarkan data PT Jasa Raharja, angka kecelakaan yang menyebabkan korban meninggal dunia selama periode siaga angkutan Lebaran 2026 turun sebesar 28 persen. Hingga Selasa (24/3), tercatat sebanyak 228 korban jiwa, berkurang drastis dari angka 318 jiwa pada periode yang sama di tahun 2025.

Anggota Komisi III DPR RI, Nasyirul Falah Amru atau yang akrab disapa Gus Falah, menilai pencapaian ini adalah bukti nyata dari efektivitas manajemen arus lalu lintas dan langkah preventif yang dilakukan Polri di lapangan.

“Penurunan angka kecelakaan ini menunjukkan adanya peningkatan kinerja dan keseriusan Polri dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat selama momentum mudik,” ujar Gus Falah dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (26/3).

Meski angka kecelakaan menurun, Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, mengungkapkan bahwa fatalitas masih didominasi oleh pengguna kendaraan roda dua. Faktor penyebab utama yang ditemukan di lapangan adalah kelelahan pengemudi atau fatigue driving.

“Penyebab peristiwa ini adalah kelelahan dari pengemudi karena jarak perjalanan yang jauh, di atas enam sampai tujuh jam, serta kondisi fisik kendaraan,” jelas Awaluddin saat meninjau arus balik di Command Center Jatiasih, Bekasi.

Gus Falah mengingatkan agar Polri tidak cepat berpuas diri. Ia mendorong korps bhayangkara untuk terus berinovasi dalam pengamanan lalu lintas agar angka kecelakaan bisa ditekan lebih rendah lagi pada tahun depan.

Menurutnya, keselamatan masyarakat harus menjadi indikator utama keberhasilan kebijakan pemerintah. “Satu nyawa pun sangat berharga dan harus dilindungi. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama,” tegas legislator yang membidangi hukum dan keamanan tersebut.

Pihak Jasa Raharja memastikan akan terus memantau kelancaran arus balik hingga seluruh periode siaga angkutan Lebaran selesai. Fokus utama tetap pada menekan angka fatalitas dan memastikan seluruh masyarakat dapat kembali ke kota asal dengan aman, nyaman, dan tertib.[prs]