Realitarakyat.com – Cuaca panas ekstrem yang melanda Arab Saudi saat ini berpotensi memicu terjadinya heatstroke (serangan panas) bagi para jemaah.
Menanggapi kondisi tersebut, jemaah haji Indonesia diminta untuk memperketat kedisiplinan dan selalu mengikuti arahan dari petugas kesehatan maupun petugas haji di lapangan.
Anggota Komisi VIII DPR RI, Dini Rahmania, menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan jemaah harus menjadi prioritas paling utama selama menjalankan seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci.
“Jemaah juga harus mematuhi arahan petugas kesehatan dan petugas haji demi keselamatan bersama. Jangan memaksakan diri apabila kondisi tubuh kurang fit, karena kesehatan dan keselamatan jemaah harus menjadi prioritas utama agar ibadah berjalan lancar dan khusyuk,” ujar Dini kepada wartawan, Sabtu (16/5).
Sebagai informasi, heatstroke merupakan kondisi medis berbahaya ketika suhu tubuh meningkat drastis akibat paparan panas yang berlebihan atau dehidrasi.
Gejala yang sering muncul pada jemaah di antaranya meliputi pusing, lemas, mual, kulit terasa panas, hingga mengalami kebingungan.
Untuk mengantisipasi risiko tersebut, Legislator dari Fraksi Nasdem ini mengimbau seluruh jemaah Indonesia agar lebih optimal dalam menjaga kondisi fisik, termasuk menjaga asupan cairan tubuh.
“Perbanyak konsumsi air putih dan vitamin, serta menghindari aktivitas berlebihan di bawah terik matahari,” kata Dini.
Imbauan senada juga datang dari otoritas setempat. Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi melalui media sosial resminya turut mengingatkan para jemaah agar meningkatkan kewaspadaan terhadap lonjakan suhu panas di Tanah Suci.
Dalam maklumatnya, pihak kementerian meminta jemaah untuk rutin meminum air putih tanpa harus menunggu rasa haus datang.
Selain itu, jemaah disarankan menggunakan alat pelindung diri seperti payung berwarna terang, serta memanfaatkan waktu untuk beristirahat secara berkala di tempat yang teduh.
Langkah-langkah preventif sederhana ini dinilai sangat krusial guna mencegah kelelahan akut akibat suhu tinggi yang dapat memicu gangguan kesehatan lebih serius.
Melalui kedisiplinan menjaga hidrasi, mengenali gejala dini, dan patuh pada instruksi petugas, jemaah diharapkan dapat menunaikan ibadah haji dengan aman dan lancar di tengah tantangan cuaca ekstrem.[prs]






