Realitarakyat.com – Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan instrumen strategis pemerintah untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia.
Hal tersebut ia sampaikan dalam kegiatan serap aspirasi di Kabupaten dan Kota Pasuruan, Jawa Timur, Jumat (1/5).
Politisi Partai Golkar ini menegaskan bahwa program MBG adalah bentuk intervensi nyata negara untuk memastikan generasi mendatang tidak mengalami gizi buruk dan mampu bersaing di kancah global.
“Jadi, ini (MBG) bagian dari intervensi pemerintah untuk tingkatkan kualitas SDM. MBG ini agar anak-anak kita nanti bisa bersaing dengan bangsa-bangsa besar di seluruh dunia,” ujar Misbakhun dalam keterangan resminya, Minggu (3/5).
Misbakhun juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi negatif atau pesimisme yang berkembang di media sosial terkait kebijakan pemerintah.
Ia membandingkan kondisi pendidikan zaman dahulu dengan kemudahan yang dirasakan generasi sekarang, di mana gizi anak-anak kini menjadi perhatian serius negara.
Selain masalah gizi, Misbakhun memaparkan upaya keras pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam menjaga stabilitas harga BBM bersubsidi.
Meskipun harga energi global terus tertekan akibat konflik internasional, pemerintah menargetkan harga BBM subsidi tetap stabil hingga akhir tahun.
Menurutnya, pemerintah aktif melakukan lobi ke negara-negara produsen minyak agar pasokan ke Indonesia tetap terjaga dalam jumlah besar dengan harga yang terjangkau bagi rakyat.
“Di seluruh dunia harga minyak naik, hanya di Indonesia yang tidak naik, BBM bersubsidi. Presiden dan Pak Bahlil pergi ke negara-negara produsen minyak agar masuk ke Indonesia dalam jumlah besar sehingga harga bisa dipertahankan,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Misbakhun merinci berbagai subsidi lain yang tetap dipertahankan pemerintah, mulai dari Elpiji 3 kg, listrik, Kredit Usaha Rakyat (KUR), iuran BPJS Kesehatan, hingga Bantuan Langsung Tunai (BLT).
Ia menekankan bahwa total nilai subsidi yang digelontorkan negara mencapai ratusan triliun rupiah. Hal ini disebutnya sebagai bentuk pengorbanan negara demi melindungi daya beli masyarakat di tengah situasi dunia yang tidak menentu.
“Bukan ratusan juta atau ratusan miliar, melainkan ratusan triliun rupiah. Artinya pemerintah berusaha agar rakyatnya tidak mengalami kesulitan,” pungkas Misbakhun.[prs]







