Realitarakyat.com – Komisi III DPR RI mendukung penuh ketegasan Presiden Prabowo Subianto yang menginstruksikan pembersihan massal terhadap oknum aparat penegak hukum.
Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, meminta jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk tidak ragu memecat anggotanya yang terbukti menjadi beking dari tindak kejahatan.
Sahroni menegaskan, komitmen yang telah dibangun secara solid oleh Presiden dan Kapolri harus dipatuhi secara tegak lurus oleh seluruh jajaran personel di tingkat bawah tanpa pengecualian.
“Jangan ragu lakukan PTDH (pemecatan tidak dengan hormat) dan proses pidana terhadap setiap oknum yang masih nekat jadi beking,” kata Sahroni dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (21/5).
Politisi Partai Nasdem ini menilai, arah kebijakan dan instruksi dari Kepala Negara mengenai integritas aparat sudah sangat benderang.
Oleh sebab itu, ia memperingatkan agar tidak ada lagi oknum di internal korps Bhayangkara yang masih mencoba mencari celah demi keuntungan pribadi dengan melindungi praktik ilegal.
Menurut Sahroni, gaya kepemimpinan Presiden Prabowo memberikan sinyal kuat bahwa supremasi hukum di Indonesia saat ini dihormati tanpa melihat latar belakang status sosial maupun pangkat struktural pelaku.
“Tidak peduli seberapa tinggi pangkat, seberapa besar pengaruhnya, kalau masih main-main merugikan masyarakat, pasti disikat habis. Tidak ada pandang bulu,” tegasnya.
Sebelumnya, dalam agenda kenegaraan di parlemen, Presiden Prabowo Subianto sempat melontarkan seruan terbuka yang meminta partisipasi aktif masyarakat dalam mengawasi kinerja aparat.
Jika menemukan adanya indikasi pelanggaran atau tindakan sewenang-wenang di lapangan, warga diminta untuk berani mendokumentasikannya secara langsung.
Seruan tersebut disampaikan Presiden saat membacakan pidato Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) pada Rapat Paripurna Ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5).
Presiden menyoroti adanya oknum aparat yang kerap larut dalam praktik korupsi bersama jajaran pejabat.
“Rakyat kita sudah punya gawai semua, kalau ada kelakuan aparat yang tidak beres, saya minta rakyat video, langsung video. Jangan kau melawan, jangan dilawan, video saja, lapor langsung ke saya,” ucap Presiden Prabowo di hadapan para anggota dewan.
Dalam pidatonya tersebut, Kepala Negara juga mengeluarkan perintah tegas kepada seluruh jajaran menteri serta kepala badan di lingkungan Kabinet Merah Putih.
Mereka diinstruksikan untuk segera melakukan aksi bersih-bersih internal dari segala bentuk praktik rasuah yang dinilai menjadi benalu dan menghambat laju roda perekonomian nasional.[prs]






