Respons Proposal AS, Iran Desak Pembebasan Aset dan Jaminan Keamanan Selat Hormuz

Respons Proposal AS, Iran Desak Pembebasan Aset dan Jaminan Keamanan Selat Hormuz

Realitarakyat.com – Pemerintah Iran resmi merespons proposal damai Amerika Serikat (AS) dengan mengajukan sejumlah tuntutan utama, termasuk penghentian blokade dan pembebasan aset negara yang dibekukan.

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, dalam konferensi pers di Teheran, Senin (11/5/2026).

Baghaei menegaskan bahwa tuntutan Iran mencakup penghentian perang, diakhirinya praktik blokade, serta pengembalian dana Iran di bank-bank internasional yang terdampak tekanan AS.

Selain itu, Teheran menuntut jaminan keamanan pelayaran di Selat Hormuz serta stabilitas di kawasan Lebanon.

“Tuntutan kami sah. Kami menuntut penghentian perang, diakhirinya blokade dan pembajakan, serta pencairan aset Iran yang dibekukan secara tidak adil,” ujar Baghaei.

Terkait isu nuklir, Baghaei menyatakan bahwa Iran tidak menutup pintu negosiasi dengan AS di masa depan. Namun, saat ini prioritas utama Teheran adalah penghentian konflik bersenjata.

Pembahasan mengenai pengayaan uranium dan material nuklir akan dilakukan pada waktu yang tepat.

Langkah diplomatik ini merupakan kelanjutan dari dinamika konflik setelah serangan AS dan Israel ke Iran pada Februari lalu.

Meskipun gencatan senjata dua pekan sempat diumumkan pada 7 April, perundingan di Islamabad sebelumnya gagal mencapai kesepakatan.

Saat ini, Presiden AS Donald Trump diketahui memperpanjang masa penghentian permusuhan guna menunggu proposal terpadu dari pihak Iran. (*)