Realitarakyat.com – Para ilmuwan Australia mengonfirmasi temuan pertama galur flu burung H5 di benua tersebut. Virus yang sangat menular ini ditemukan pada burung laut migran brown skua di wilayah terpencil Australia Barat, Sabtu (21/6).
Menteri Pertanian Australia Julie Collins menyebut hasil uji laboratorium juga menunjukkan dugaan positif pada seekor giant petrel di lokasi yang sama. “Meskipun mengecewakan, hal ini bukan sesuatu yang tidak terduga mengingat penyebaran global flu burung H5,” ujarnya.
Sebelumnya, Australia menjadi satu-satunya benua yang belum terdeteksi galur H5. Virus ini dikenal memicu kematian massal pada unggas, burung liar, hingga mamalia laut. Perdana Menteri Anthony Albanese menegaskan pihaknya akan mengambil langkah pengendalian untuk mencegah penyebaran lebih luas.
Komisioner Spesies Terancam Punah Australia Fiona Fraser menyebut setidaknya 35 spesies, termasuk Tasmanian devil, angsa hitam, penguin kecil, dan singa laut Australia, berada dalam risiko tinggi. Program penangkaran akan digencarkan untuk melindungi populasi satwa endemik.
Kasus ini menambah kekhawatiran setelah laporan sebelumnya menyebut galur H5 membunuh lebih dari 13.000 anak anjing laut gajah di Kepulauan Heard dan McDonald, wilayah sub-Antartika milik Australia.(Din)







