Realitarakyat.com – Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham, membantah keras munculnya spekulasi yang menyebut Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, tengah bersiap membidik tiket kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029.
Idrus menegaskan bahwa hingga saat ini Bahlil tidak pernah membahas ambisi politik pribadi, baik sebagai calon presiden maupun calon wakil presiden.
Idrus menjelaskan, fokus utama Bahlil sejak menakhodai partai beringin adalah memperkuat konsolidasi internal organisasi, mendongkrak perolehan kursi legislatif, serta mengawal total keberhasilan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
“Sejak menjadi ketua umum, komitmen Pak Bahlil adalah bagaimana konsolidasi internal partai dan bagaimana menambah kursi, serta sukses Pemerintahan Prabowo-Gibran. Fokusnya di situ. Tidak pernah bicara tentang calon presiden,” kata Idrus Marham dalam keterangan persnya di Jakarta, Kamis (11/6).
Pernyataan tegas ini dilontarkan Idrus guna merespons analisis Direktur Eksekutif Ethical Politics, Hasyibulloh Mulyawan.
Sebelumnya, Mulyawan menilai Bahlil berpeluang besar masuk dalam bursa konfigurasi politik 2029 setelah viralnya lagu ‘MBG’ (Makan Bergizi Gratis). Namun, Idrus menilai framing pengamat tersebut sangat berbahaya dan dapat memicu distorsi informasi.
“Kalau ada opini dibuat begitu, itu opini yang sangat menyesatkan menurut saya. Ini sama dengan mengadu domba,” tutur mantan Mensos tersebut.
Idrus membeberkan, visi dan arah politik Bahlil yang sebenarnya sudah tertuang secara gamblang dalam buku karyanya yang berjudul ‘Karya Kekaryaan: Eskalator Kesinambungan Pembangunan dan Kepemimpinan Nasional’.
Di dalam buku itu, Bahlil secara teoritis dan praktis menekankan bahwa kesuksesan pembangunan nasional hari ini mutlak bergantung pada stabilitas kepemimpinan Presiden Prabowo.
Golkar menilai, ukuran keberhasilan pemerintahan periode ini akan menjadi tolok ukur utama yang menentukan lanskap politik nasional di masa depan.
“Fokusnya adalah bagaimana mensukseskan kepemimpinan Pak Prabowo pada periode ini. Kalau Pak Prabowo sukses pada periode ini, maka itu menjadi eskalator menuju periode berikutnya. Pemimpin kita adalah Pak Prabowo sekarang,” pungkas Idrus.[prs]







