DPR  

DPR Minta Polri Usut Tuntas Korupsi Batu Bara PLN yang Picu ‘Blackout’ Sumatra

DPR Minta Polri Usut Tuntas Korupsi Batu Bara PLN yang Picu ‘Blackout’ Sumatra
Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah. //net

Realitarakyat.com – Anggota Komisi III DPR RI Abdullah mendesak Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri untuk mengusut tuntas skandal dugaan korupsi pengadaan batu bara di PLN.

Penyelewengan sektor energi ini disorot tajam karena diduga kuat menjadi biang kerok terjadinya pemadaman listrik total (blackout) yang menyengsarakan masyarakat di wilayah Sumatra.

Abdullah menegaskan, mengingat pentingnya perkara ini bagi hajat hidup orang banyak, proses hukum yang berjalan tidak boleh diusik oleh tekanan luar.

Tidak boleh ada intervensi dari pihak lain dalam penanganan kasus ini karena menyangkut pemenuhan hak dasar warga negara terhadap kebutuhan energi.

“Semua pemangku kepentingan yang terkait penanganan kasus korupsi ini harus bekerja sama untuk mengusutnya secara tuntas,” kata Abdullah di Jakarta, Kamis (9/7).

Legislator dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini melayangkan apresiasi tinggi sekaligus memberikan dukungan moral penuh kepada Polda Metro Jaya dan Kortas Tipikor Mabes Polri yang tengah bergerak agresif di lapangan.

Baginya, korupsi di sektor krusial merupakan kejahatan luar biasa yang merampas hak-hak publik secara masif.

“Siapapun yang tidak mendukung pemberantasan korupsi artinya mereka sedang melawan rakyat Indonesia,” tegasnya.

Dukungan politik dari Senayan ini mengalir setelah tim gabungan Polri dan Polda Metro Jaya melancarkan operasi penggeledahan maraton di 12 lokasi berbeda yang tersebar di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Salah satu titik penggerebekan yang paling menyita perhatian adalah sebuah kafe di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, pada Rabu (8/7/2026).

Dalam operasi senyap di kafe tersebut, penyidik berhasil membongkar tempat penyimpanan rahasia yang digunakan untuk menyembunyikan aset-aset bernilai tinggi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menjelaskan bahwa penggeledahan ini mendeteksi adanya brankas besar yang sengaja disembunyikan pelaku.

“Memang terselubung di balik satu lemari, ada suatu brankas dan ini sudah dibuka. Ternyata memang ada beberapa dokumen dan penyimpanan uang dalam jumlah yang cukup besar, fantastis, dalam mata uang Singapore Dollar dan US Dollar,” kata Budi Hermanto.

Saat ini, tumpukan lembaran mata uang asing tersebut beserta berbagai dokumen penting yang disita masih dalam proses penghitungan intensif oleh petugas.

Di akhir keterangannya, pihak kepolisian merinci bahwa operasi penggeledahan berskala besar ini dilakukan untuk mencari alat bukti demi mengurai tiga perkara mega korupsi sekaligus.

Selain kasus pengadaan batu bara PLN yang memicu pemadaman listrik total, penyidik juga tengah membidik aliran dana haram terkait dugaan korupsi di PT Asabri dan PT Krakatau Steel.[prs]