Realitarakyat.com — Partai Golkar menyatakan tidak mempermasalahkan keputusan PDI Perjuangan (PDIP) yang resmi memosisikan diri sebagai partai penyeimbang terhadap jalannya pemerintahan kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Sarmuji, menegaskan bahwa partainya sangat menghormati kedaulatan serta langkah politik yang diambil oleh Megawati Soekarnoputri beserta jajaran pengurus pusat PDIP tersebut.
“Terserah PDI Perjuangan saja, mau posisi apa silakan saja. Nanti rakyat yang menilai. Kami menghormati saja,” ujar Sarmuji saat dikonfirmasi dari Jakarta, Kamis (9/7/2026).
Sebelumnya, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menerbitkan surat internal bernomor 1275/IN/DPP/v/2026 tertanggal 1 Juli 2026 yang menegaskan kedudukan partainya.
Dalam surat tersebut, Megawati menjelaskan bahwa Indonesia yang menganut sistem pemerintahan presidensial tidak mengenal istilah koalisi maupun oposisi secara mutlak.
Megawati menambahkan, posisi sebagai partai penyeimbang diadopsi berdasarkan konsep responsible opposition (oposisi yang bertanggung jawab).
Melalui konsep ini, PDIP berkomitmen tidak hanya sekadar melayangkan kritik kepada pemerintah, melainkan tetap menjaga stabilitas negara serta keberlangsungan sistem ketatanegaraan Republik Indonesia. (*)







