1.267 Personel TNI Dikerahkan Tangani Gempa Flores

1.267 Personel TNI Dikerahkan Tangani Gempa Flores

Realitarakyat.com  — Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengerahkan 1.267 personel untuk membantu menangani dampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang sejumlah wilayah di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Personel TNI bekerja bersama Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), instansi terkait, serta masyarakat untuk melakukan pencarian dan evakuasi korban.

Kepala Bidang Penerangan Umum Pusat Penerangan TNI Kolonel Laut (P) Agung Saptoadi mengatakan, personel TNI juga membantu perawatan korban dan penanganan kerusakan akibat gempa.

“TNI juga mendukung pengoperasian posko dan dapur lapangan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak,” ujar Agung dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Personel Disebar ke Sejumlah Wilayah

Agung merinci, ribuan personel tersebut disebar di enam wilayah terdampak.

Sebanyak 263 personel ditempatkan di Kabupaten Sikka, 105 personel di Ngada, 400 personel di Nagekeo, 120 personel di Ende, 295 personel di Manggarai dan Manggarai Timur, serta 84 personel di Manggarai Barat.

Selain personel, TNI mengerahkan berbagai sarana pendukung untuk memperkuat operasi kemanusiaan.

Hingga kini, TNI telah menyiapkan 89 kendaraan, mendirikan 21 tenda lapangan, serta menyediakan 120 tempat tidur lapangan atau velbed.

TNI Angkatan Laut (TNI AL) juga menyiapkan satu helikopter Bell 412 dari Pangkalan Udara TNI Angkatan Laut (Lanudal) Juanda.

Helikopter tersebut digunakan untuk mendukung penanganan bencana di Flores, termasuk mobilitas personel dan distribusi bantuan ke wilayah yang terdampak.

Agung mengatakan, pengerahan personel dan alat utama sistem persenjataan (alutsista) merupakan bentuk respons cepat TNI untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana.

“TNI bersama seluruh unsur terkait akan terus melakukan penanganan secara terpadu untuk mendukung proses pencarian, evakuasi, perawatan korban, serta pemulihan kondisi masyarakat dan wilayah terdampak,” katanya.

Korban Meninggal Capai 47 Orang

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal akibat gempa M 7,7 di NTT mencapai 47 orang hingga Sabtu pukul 18.48 WIB.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan, korban tersebar di lima kabupaten.

Rinciannya, 24 orang meninggal di Kabupaten Manggarai, 17 orang di Manggarai Timur, tiga orang di Sikka, satu orang di Ngada, dan satu orang di Ende.

“Selain korban ini, petugas mengevakuasi dan melakukan perawatan medis terhadap para korban luka-luka,” ujar Berton.

Gempa juga menyebabkan ratusan rumah mengalami kerusakan. BNPB mencatat 157 rumah rusak berat, 41 rumah rusak sedang, dan 148 rumah rusak ringan.

Kerusakan turut terjadi pada fasilitas publik, meliputi 87 fasilitas pendidikan, 18 fasilitas kesehatan, lima tempat ibadah, enam kantor, serta sejumlah fasilitas umum lainnya.

Pemerintah bersama TNI, Polri, Basarnas, BNPB, dan unsur terkait lainnya masih melakukan pencarian, evakuasi, pelayanan kesehatan, serta distribusi bantuan untuk masyarakat terdampak.(Arp)