Kemenkes Siagakan 9 HEOC untuk Tangani Dampak Gempa NTT

Kemenkes Siagakan 9 HEOC untuk Tangani Dampak Gempa NTT

Realitarakyat.com  — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengaktifkan sembilan Health Emergency Operation Center (HEOC) untuk memperkuat koordinasi dan pemantauan kondisi kesehatan setelah gempa bumi melanda Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan langkah pertama yang dilakukan pemerintah adalah memastikan rumah sakit di wilayah terdampak kembali beroperasi secara optimal. Hal itu penting untuk mengantisipasi kemungkinan meningkatnya jumlah pasien dalam beberapa hari mendatang.

“Kemenkes telah mengirimkan dua Tim Manajemen Krisis Kesehatan ke Kabupaten Sikka dan Ende serta dua tim EMT untuk memperkuat pelayanan medis di lokasi terdampak,” ujar Budi di Jakarta, Selasa (18/8/2026).

Selain mengerahkan tim kesehatan, Kemenkes menyiapkan rumah sakit lapangan dan berbagai kebutuhan medis untuk mendukung pelayanan di daerah terdampak.

Obat dan Peralatan Medis Dikirim

Pada 16 Agustus 2026, Kemenkes mendistribusikan sejumlah bantuan kesehatan, antara lain delapan paket obat-obatan dasar, lima paket emergency kit, 1.000 sarung tangan steril, 20.000 sarung tangan nonsteril, dan 20.000 masker bedah.

Kemenkes juga mengirimkan 10 oksigen konsentrator serta dua tenda pos kesehatan. Delapan tenda tambahan disiapkan untuk memperkuat pelayanan medis di lapangan.

“Selain itu sebanyak delapan tenda tambahan juga disiagakan untuk mendukung kebutuhan pelayanan kesehatan di lapangan,” kata Budi.

Kemenkes menargetkan seluruh rumah sakit umum daerah (RSUD) yang terdampak dapat kembali memberikan layanan dasar dalam waktu maksimal satu pekan.

Pemulihan diprioritaskan pada layanan esensial, termasuk operasi trauma, pelayanan ibu dan anak, serta hemodialisis.

Nagekeo dan Ruteng Jadi Perhatian

Berdasarkan laporan situasi per 15 Agustus 2026, gempa berdampak pada delapan kabupaten/kota di NTT, yakni Sikka, Ende, Manggarai Timur, Nagekeo, Manggarai Barat, Manggarai, Ngada, dan Flores Timur.

Dua fasilitas kesehatan yang menjadi perhatian utama adalah RSUD Nagekeo dan RSUD Ruteng. Untuk memperkuat pelayanan di kedua wilayah tersebut, rumah sakit lapangan yang dilengkapi fasilitas operasi dan tim Emergency Medical Team (EMT) telah dikerahkan sejak 16 Agustus.

RSUD Nagekeo yang mengalami kerusakan berat mendapat tambahan satu unit RS Mobil pada Senin (17/8). Fasilitas tersebut dilengkapi ruang operasi sehingga pelayanan medis dasar dan penanganan kegawatdaruratan tetap dapat dilakukan selama proses pemulihan rumah sakit.

Untuk mendukung sistem rujukan, RSUD Borong dan RSUD Komodo juga disiapkan sebagai rumah sakit rujukan bagi pasien dari Nagekeo yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Puskesmas Ditargetkan Pulih Dua Pekan

Selain rumah sakit, Kemenkes menargetkan puskesmas yang mengalami kerusakan dapat kembali beroperasi dalam waktu maksimal dua pekan.

Pelayanan dasar menjadi prioritas, terutama pemeriksaan ibu hamil, persalinan, dan imunisasi. Langkah ini dilakukan agar kebutuhan kesehatan masyarakat tetap terpenuhi selama masa pemulihan.

“Kemenkes terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan NTT, Dinas Kesehatan kabupaten/kota, BNPB, dan Basarnas, untuk mempercepat pemulihan layanan kesehatan, memastikan ketersediaan tenaga medis, serta memenuhi kebutuhan obat-obatan, alat kesehatan, dan sarana pendukung lainnya di wilayah terdampak,” ujar Budi.

Pemulihan dilakukan secara bertahap dengan memastikan layanan kesehatan dasar tetap berjalan sekaligus memperkuat kapasitas fasilitas kesehatan untuk menghadapi kemungkinan peningkatan kebutuhan pelayanan pascagempa.(Din)