Realitarakyat.com – Indonesia mendorong penguatan kerja sama pariwisata dan konektivitas regional bersama Malaysia dan Thailand sebagai upaya mempercepat pertumbuhan ekonomi kawasan dalam kerangka Segitiga Pertumbuhan Indonesia-Malaysia-Thailand (IMT-GT). Langkah tersebut dinilai penting untuk menciptakan destinasi wisata yang saling terhubung sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat di ketiga negara.
Konsul Republik Indonesia di Songkhla, Thailand, Winardi H. Lucky mengatakan kolaborasi lintas negara menjadi fondasi untuk meningkatkan daya saing kawasan sekaligus memperluas manfaat ekonomi melalui sektor pariwisata.
“Melalui kolaborasi Indonesia, Malaysia, dan Thailand, kita tidak hanya membangun destinasi yang terhubung, tetapi juga membuka peluang ekonomi dan menciptakan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Winardi dalam keterangan tertulis yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (7/8/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul rangkaian pertemuan IMT-GT yang berlangsung di Satun, Thailand, pada 3–4 Agustus 2026. Delegasi Indonesia dalam forum itu dipimpin oleh Asisten Deputi Hubungan Antar Lembaga Internasional Kementerian Pariwisata.
Dalam pertemuan tersebut, ketiga negara membahas berbagai strategi untuk memperkuat sektor pariwisata kawasan. Fokus pembahasan meliputi peningkatan konektivitas transportasi, diversifikasi destinasi wisata, pengembangan pariwisata berkelanjutan, hingga penyusunan arah strategis Cetak Biru Implementasi IMT-GT periode 2027–2031.
Delegasi Indonesia juga menekankan pentingnya mendorong pariwisata berkualitas melalui pemanfaatan platform digital, pengembangan strategi promosi bersama (joint branding), serta peningkatan kemudahan investasi di sektor pariwisata.
Menurut Winardi, keikutsertaan Indonesia dalam forum tersebut mencerminkan komitmen pemerintah untuk memperkuat diplomasi ekonomi melalui kerja sama regional sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas di bidang pariwisata.
Ia menilai penguatan sinergi antarnegera akan mendorong terciptanya industri pariwisata yang semakin terintegrasi, kompetitif, dan berkelanjutan sehingga mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi kawasan.
Berdasarkan data KRI Songkhla, negara-negara anggota IMT-GT menargetkan kunjungan wisatawan internasional mencapai rata-rata 50 juta orang sepanjang 2026. Di saat yang sama, kontribusi sektor pariwisata, perdagangan lintas batas, dan logistik halal diharapkan mampu mendorong pendapatan per kapita kawasan hingga mencapai 17.895 dolar Amerika Serikat.
Winardi menegaskan KRI Songkhla akan terus mendukung berbagai program kerja sama di kawasan IMT-GT sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan Indonesia dengan Malaysia dan Thailand, sekaligus memperluas peluang investasi, perdagangan, dan kesejahteraan masyarakat di ketiga negara.
Menurutnya, sinergi yang semakin kuat di sektor pariwisata dan konektivitas akan menjadi salah satu motor penting bagi pertumbuhan ekonomi kawasan di tengah meningkatnya mobilitas dan persaingan global.(Arp)







