Realitarakyat.com — Pemerintah Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mencatat komitmen investasi dari delapan perusahaan dengan nilai sekitar Rp12,6 triliun. Investasi tersebut mencakup sejumlah sektor, mulai dari pengolahan sampah hingga energi surya, perikanan, tekstil, dan industri.
Komitmen investasi itu ditandai dengan penandatanganan Letter of Intent (LoI) dalam Pati Business Forum 2026 di Pendopo Kabupaten Pati.
Pelaksana Tugas Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mengatakan, kesepakatan tersebut menunjukkan masih adanya minat dunia usaha untuk menanamkan modal di daerah tersebut.
“Total LoI yang akan kami tanda tangani dengan delapan perusahaan sekitar Rp12,6 triliun. Ini pencapaian yang sangat luar biasa. Investasi tetap mengalir dan luar biasa di Kabupaten Pati,” ujar Chandra di Pati, Selasa (29/9/2026).
Forum tersebut dihadiri sekitar 70 perusahaan dan menjadi ajang pertemuan pemerintah daerah dengan pelaku usaha untuk menjajaki peluang investasi.
Salah satu rencana investasi dengan nilai terbesar diarahkan untuk sektor waste to energy atau pengolahan sampah menjadi energi.
Pemkab Pati menyebut daerah tersebut menghasilkan timbulan sampah sekitar 697 ton per hari. Kondisi itu dinilai membuka peluang pengembangan teknologi yang dapat mengubah sampah menjadi sumber energi.
Investasi di sektor tersebut direncanakan oleh PT Sinergi Enviro Solution bersama PT Sichuan Energy Development dengan nilai sekitar Rp5,2 triliun.
Selain itu, investasi pembangkit listrik tenaga surya atau PLTS juga masuk dalam daftar komitmen dengan nilai sekitar Rp2,7 triliun melalui PT Synergy Infra Hijau dan PT Sichuan Energy Development Group.
Sektor kelautan juga menjadi salah satu bidang yang dilirik investor.
PT Lensa Patria Energi berencana menanamkan modal sekitar Rp1,45 triliun untuk pengembangan pelabuhan dan perikanan, termasuk pembangunan cold storage serta fasilitas pengolahan hasil perikanan.
Chandra mengatakan potensi perikanan Pati cukup besar. Berdasarkan data yang disampaikannya, terdapat sekitar 800 kapal dengan ukuran di atas 30 GT dan sekitar 2.500 kapal di bawah 30 GT.
“Pati punya potensi perikanan yang sangat besar. Kapal di atas 30 GT yang tercatat sekitar 800 unit, sedangkan kapal di bawah 30 GT sekitar 2.500 unit. Ini potensi yang bisa dikembangkan investor,” ujarnya.
Komitmen investasi lainnya mencakup sektor penerangan jalan sekitar Rp140 miliar, industri sekitar Rp55 miliar, usaha kelautan sekitar Rp50 miliar, serta industri barang berbahan kulit sekitar Rp28 miliar.
Pemkab Pati berharap masuknya investasi tersebut turut memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat setempat.
Chandra mengatakan, berdasarkan peninjauannya terhadap sejumlah perusahaan penanaman modal asing di Pati, tenaga kerja lokal mendominasi dengan proporsi sekitar 90 persen.
Selain tenaga kerja, pemerintah daerah juga menilai Pati masih memiliki ruang untuk pengembangan kawasan industri. Luas kawasan industri yang disebut berada di sejumlah wilayah Pati mencapai sekitar 5.600 hektare.
Komitmen investasi tersebut masih berupa Letter of Intent, sehingga realisasi proyek akan bergantung pada proses lanjutan dan kesiapan masing-masing investor.
Dengan sejumlah sektor yang masuk dalam penjajakan, Pemkab Pati berharap komitmen tersebut dapat berlanjut menjadi investasi riil yang memberikan dampak terhadap ekonomi daerah dan penyerapan tenaga kerja.(Din)







