Realitarakyat.com – Identitas jenazah pria tanpa identitas yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu, belum dapat dipastikan sebagai salah satu korban hilangnya lima jurnalis dan tiga kru kapal KM Arupadatu I di perairan Selat Sunda.
Proses pemeriksaan DNA jenazah masih berlangsung. Tim SAR Banten juga terus berkoordinasi dengan Kantor SAR Bengkulu untuk mendapatkan hasil identifikasi terbaru.
Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad mengatakan hingga Rabu (16/9/2026), hasil pemeriksaan tersebut belum memastikan keterkaitan jenazah dengan rombongan yang masih dalam pencarian.
“Sore tadi kami sudah terus berkoordinasi tentang hasil tersebut dengan rekan-rekan di Kantor SAR Bengkulu, hingga saat ini masih menunggu hasil,” ujar Al Amrad dalam konferensi pers di Posko Utama Gabungan Pantai Carita, Pandeglang.
KBO Ditpolairud Polda Banten AKBP Ahmad juga menyampaikan bahwa jenazah tersebut belum teridentifikasi sebagai korban KM Arupadatu I.
“DNA-nya masih didalami,” kata Ahmad.
Menurut Ahmad, informasi lebih rinci mengenai kondisi fisik maupun barang yang ditemukan bersama jenazah akan disampaikan oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) yang menangani proses autopsi dan identifikasi.
Polda Banten sebelumnya telah berkoordinasi dengan Polda Bengkulu untuk membantu proses identifikasi. Data antemortem dari keluarga korban digunakan sebagai pembanding dengan sampel postmortem jenazah yang ditemukan di Enggano.
Jenazah pria tersebut ditemukan di pesisir Sawang Bengkok, Desa Khayapu, Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, pada Sabtu (12/9/2026).
Jenazah kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda Bengkulu pada Senin (14/9/2026) untuk menjalani autopsi dan pemeriksaan lebih lanjut oleh tim DVI Biddokkes Polda Bengkulu bersama Pusdokkes Polri.
Hasil pencocokan DNA menjadi bagian penting untuk memastikan apakah jenazah tersebut memiliki hubungan dengan delapan orang yang hilang setelah KM Arupadatu I dilaporkan hilang kontak pada 7 September 2026.
Delapan orang yang masih dicari terdiri dari lima jurnalis, yakni M Bagus Khoirunnas, Ari Basuki, Yudhistiro, Firdaus, dan Donal, serta tiga kru kapal, yaitu Warta sebagai kapten, Surakman sebagai ABK, dan Heriyanto sebagai pemandu.
Sementara itu, operasi pencarian masih berlanjut di wilayah perairan dan pulau-pulau sekitar Gunung Anak Krakatau. Tim SAR memperluas pemantauan hingga wilayah Bengkulu dan Pulau Enggano sambil menunggu hasil identifikasi jenazah.(Din)







