Realitarakyat.com — PDI Perjuangan (PDIP) menetapkan masa berkabung selama tujuh hari setelah Guruh Soekarnoputra, putra bungsu Presiden pertama RI Soekarno sekaligus adik Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, meninggal dunia.
Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto meminta seluruh jajaran partai, mulai dari DPP, DPD, DPC, PAC, ranting hingga anak ranting, mengibarkan bendera PDIP setengah tiang selama tujuh hari.
“Berkenaan dengan hal tersebut, kepada seluruh jajaran DPP, DPD, DPC, PAC, ranting hingga anak ranting agar mengibarkan bendera PDI Perjuangan setengah tiang selama tujuh hari,” kata Hasto dalam keterangan tertulis, Sabtu (26/9/2026).
Guruh Soekarnoputra meninggal dunia pada Sabtu pagi dalam usia 73 tahun setelah sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta. Kabar tersebut juga dikonfirmasi politikus PDIP Cyril Raoul Hakim atau Ciko Hakim.
Guruh lahir di Jakarta pada 13 Januari 1953. Ia merupakan anak bungsu Soekarno dan Fatmawati, sekaligus adik Megawati Soekarnoputri.
Semasa muda, Guruh dikenal aktif di bidang seni, khususnya tari dan musik. Ia mendirikan sejumlah kelompok dan wadah kesenian, antara lain Swara Mahardika dan GSP Production.
Namanya juga tercatat dalam perjalanan musik Indonesia melalui sejumlah karya yang populer, seperti Kala Sang Surya Tenggelam, Melati Suci, Zamrud Khatulistiwa, Lenggang Puspita, dan Mahadaya Cinta.
Guruh juga pernah terlibat dalam kelompok musik Guruh Gipsy bersama sejumlah musisi Indonesia, termasuk Keenan Nasution, Abadi Soesman, dan Chrisye.
Selain berkesenian, Guruh turut menempuh perjalanan panjang di dunia politik. Ia bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia (PDI) pada 1982 sebelum kemudian menjadi bagian dari PDIP.
Guruh pernah duduk sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Timur. Kiprahnya di parlemen menjadi bagian lain dari perjalanan politik keluarga Soekarno.
Hasto sebelumnya menyebut PDIP kehilangan sosok Guruh. Ia mengenang Guruh sebagai seniman besar, Marhaenis, sekaligus pejuang partai.
“Beliau dikenang sebagai seniman besar, sosok Marhaenis, dan Pejuang Partai,” ujar Hasto.
Hasto juga mengajak seluruh kader PDIP mendoakan Guruh dan memberikan penghormatan terakhir atas kepergiannya.
Kepergian Guruh tidak hanya meninggalkan duka bagi keluarga, tetapi juga menjadi kehilangan bagi lingkungan PDIP serta dunia seni Indonesia yang selama puluhan tahun menjadi bagian dari perjalanan hidupnya.(Din)







