KN Kunyit Dikerahkan untuk Evakuasi Korban Virgo Transport 8

KN Kunyit Dikerahkan untuk Evakuasi Korban Virgo Transport 8

Fajarasia.id — Kementerian Perhubungan mengerahkan Kapal Negara Kenavigasian (KN) Kunyit untuk memperkuat operasi pencarian dan pertolongan (SAR) kecelakaan KMP Virgo Transport 8 di Perairan Laut Jawa.

KN Kunyit dari Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Banjarmasin membawa kontainer berpendingin atau reefer container menuju area operasi. Kontainer tersebut disiapkan untuk mendukung penanganan dan penyimpanan sementara jenazah korban yang berhasil dievakuasi.

Kepala Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Banjarmasin Hary Bowo Seno Putro mengatakan pengerahan KN Kunyit menjadi bagian dari penguatan dukungan Kementerian Perhubungan dalam operasi SAR gabungan yang memasuki hari ke-12.

“Dengan dikerahkannya kembali KN Kunyit, dukungan Kementerian Perhubungan dalam operasi ini semakin diperkuat, khususnya dalam kesiapan penanganan korban dan dukungan logistik di lokasi kejadian,” kata Hary, Jumat (25/9/2026).

Memasuki hari ke-12, pencarian difokuskan pada penyelaman ke dalam badan kapal. Tim SAR berupaya menemukan dan mengevakuasi korban yang diperkirakan masih berada di dalam kapal.

Hary mengatakan keselamatan personel tetap menjadi perhatian utama selama proses pencarian, terutama bagi penyelam yang menghadapi risiko perubahan kondisi arus di bawah permukaan laut.

Selain KN Kunyit, sejumlah kapal Kementerian Perhubungan juga telah berada di lokasi sejak awal operasi.

KN Miang Besar dari Distrik Navigasi Tipe A Kelas I Samarinda dan KN Grantin P.211 dari Pangkalan PLP Kelas II Tanjung Perak dikerahkan untuk mendukung kebutuhan logistik, mobilisasi, serta evakuasi melalui jalur laut menuju Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin.

Kedua kapal tersebut bersinergi dengan KN SAR Wisanggeni dan KP Orca dalam mendukung skema evakuasi korban.

Jajaran teknis Kemenhub, termasuk KSOP, KPLP, dan Distrik Navigasi Banjarmasin, juga diminta memperkuat koordinasi dengan Basarnas, TNI AL, TNI AU, Polri, serta unsur SAR lainnya.

“Prioritas utama adalah pencarian korban dengan tetap mengedepankan keselamatan seluruh personel di lapangan,” ujar Hary.

Berdasarkan prakiraan BMKG, kondisi cuaca di wilayah operasi diperkirakan cerah berawan. Angin bertiup dari arah tenggara hingga timur dan selatan dengan kecepatan 10-20 knot.

Ketinggian gelombang diperkirakan berada pada kisaran 0,5-1,25 meter, sedangkan arus permukaan kurang dari 1 knot.

Meski kondisi umum dinilai mendukung operasi, perubahan arus bawah laut tetap menjadi perhatian, khususnya bagi tim penyelam.

Hary meminta seluruh personel menjalankan kegiatan sesuai prosedur operasi standar (SOP) masing-masing serta menjaga komunikasi dan koordinasi selama proses pencarian.

Berdasarkan data resmi Basarnas per 24 September 2026 pukul 18.00 WITA, jumlah orang yang berada di atas KMP Virgo Transport 8 tercatat sebanyak 243 orang.

Sebanyak 150 orang telah ditemukan. Dari jumlah tersebut, 108 orang dinyatakan selamat dan 42 orang meninggal dunia.

Sementara itu, 93 orang masih dalam pencarian.

Operasi SAR gabungan terus dilakukan dengan mengutamakan pencarian korban, keselamatan personel, serta penanganan korban yang berhasil ditemukan.(Din)