Realitarakyat.com — Tim SAR gabungan memperluas wilayah pencarian delapan orang yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda. Sebanyak 11 kapal dikerahkan dalam operasi pencarian hari keempat.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Al Amrad mengatakan area pencarian dibagi menjadi empat sektor utama dan satu sektor khusus. Total wilayah yang disisir mencapai sekitar 3.243,7 nautical mile persegi.
“Untuk mengoptimalkan pencarian delapan orang yang masih dalam pencarian, tim SAR gabungan pada operasi SAR H+4 membagi wilayah pencarian menjadi empat sektor utama, dan satu sektor khusus dengan total luas sekitar 3.243,7 nautical mile persegi,” kata Al Amrad kepada wartawan, Jumat (11/9/2026).
Sektor khusus menjadi salah satu area prioritas. Pencarian di wilayah tersebut dilakukan menggunakan RIB 02 Banten dan KN SAR Tetuka 247.
Sementara itu, penyisiran sektor A melibatkan KRI Kerambit, KP Sanjaya, dan KAL Pahawang dengan luas area sekitar 1.026 nautical mile. Sektor tersebut mencakup perairan di sebelah barat Selat Sunda.
Sektor B dengan luas sekitar 1.020 nautical mile melibatkan KRI Leuser dan KAL Anyer. Adapun sektor C seluas sekitar 585 nautical mile dikerjakan KN SAR Basudewa dan RIB Lampung.
Untuk sektor D, pencarian dilakukan KP Hayabusa dan RBB Pulau Peucang dengan wilayah penyisiran sekitar 585 nautical mile di bagian barat daya Selat Sunda.
Menurut Amrad, pembagian wilayah tersebut dilakukan berdasarkan hasil evaluasi operasi sebelumnya agar pencarian dapat dilakukan secara lebih terarah dan mencakup area yang lebih luas.
“Pembagian sektor tersebut dilakukan untuk memastikan penyisiran dapat berlangsung secara sistematis, terkoordinasi, dan mencakup area yang lebih luas berdasarkan hasil evaluasi pencarian sebelumnya,” ujarnya.
Selain perairan, tim SAR juga akan memperluas pencarian ke sejumlah pulau di sekitar Gunung Anak Krakatau. Pulau Sertung menjadi salah satu lokasi yang akan disisir.
Sebelumnya, kawasan tersebut belum dapat dijangkau tim SAR karena berada dalam zona rawan dengan radius 3 kilometer dari Gunung Anak Krakatau.
Amrad mengatakan penyisiran akan dilakukan di sejumlah wilayah pesisir, termasuk sekitar kawasan Krakatau, Pulau Panjang, dan Pulau Sertung.
“Itu akan melakukan penyisiran di pesisir kalau secara keseluruhan di Krakatau, Pulau Panjang serta di Pulau Sertung,” katanya.
Kondisi cuaca di perairan Selat Sunda juga menjadi faktor penting dalam operasi pencarian. Berdasarkan informasi BMKG yang diterima tim SAR, cuaca saat ini cerah berawan.
Kondisi tersebut dinilai cukup mendukung pencarian karena jarak pandang menjadi lebih baik.
“Berdasarkan data BMKG yang kami dapat cuaca cerah berawan, mudah-mudahan sampai sore cerah berawan, karena itu sangat mengganggu visibility apabila ada perubahan,” kata Amrad.
Delapan orang yang masih dalam pencarian terdiri atas lima jurnalis dan tiga kru kapal. Lima jurnalis tersebut yakni Muhammad Bagus Khoirunas dari Antara, Arie Basuki dari merdeka.com, Donal Husni yang merupakan fotografer lepas, Yudhistira dari iNews, dan Daus dari Anadolu.
Kelima jurnalis dilaporkan hilang kontak sejak Senin (7/9/2026) ketika dalam perjalanan menuju kawasan perairan Selat Sunda untuk meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.(Arp)







