DPR  

Sentil TPA Kebakaran di Papua, Cheroline Makalew Minta Pejabat Turun Langsung ke Lapangan!

Sentil TPA Kebakaran di Papua, Cheroline Makalew Minta Pejabat Turun Langsung ke Lapangan!
Anggota Komisi XII DPR RI Cheroline Chrisye Makalew/Net

Realitarakyat.com – Anggota Komisi XII DPR RI Cheroline Chrisye Makalew mendorong pemerintah agar program pengelolaan sampah nasional tidak hanya berfokus di Pulau Jawa, tetapi juga menjangkau wilayah Indonesia timur.

Pihaknya menegaskan bahwa penanganan krisis persampahan merupakan agenda nasional yang membutuhkan pendekatan adil sesuai dengan karakteristik daerah masing-masing.

Ia membeberkan masih maraknya insiden kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) wilayah Papua sebagai bukti nyata perlunya intervensi langsung dari pemerintah pusat.

“Untuk itu, makanya tadi saya minta supaya kita bersama-sama turun, agar mereka dapat melihat langsung kondisi yang ada di daerah. Dengan turun sama-sama kan mereka melihat, dan harusnya kalau kita turun bersama-sama ada langkah konkret dari Kementerian Lingkungan Hidup terkait masalah persampahan,” ujar Cheroline dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (8/9/2026)

Politisi Fraksi Partai NasDem ini mengingatkan agar setiap program pengelolaan sampah disesuaikan dengan tingkat kesiapan sistem pengangkutan di lapangan.

Kebijakan pemilahan sampah organik yang tidak diimbangi dengan ritme pengangkutan yang cepat justru memicu pembusukan dan menciptakan polusi bau baru di lingkungan warga.

“Artinya sudah dipilah-pilah, tapi ternyata memang saat pengangkutannya juga belum sesering, artinya ada pembusukan di situ, malah menimbulkan polusi sendiri,” katanya.

Guna mengubah budaya masyarakat secara mendasar, Cheroline mengusulkan agar materi edukasi pengelolaan dan pemilahan sampah dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan sekolah.

Penanaman kesadaran pemisahan limbah organik dan anorganik sejak usia dini dinilai jauh lebih efektif ketimbang sosialisasi seremonial yang mudah dilupakan.

“Kalau hanya melalui sosialisasi, satu hari orang datang setelah sosialisasi kan lupa, tapi kalau ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari, kayak mereka di sekolah, dari anak-anak masih kecil-kecil itu, diajarkan pemilahan sampah, kayak ini sampah organik, sampah bekas makan dipisah, ini sampah plastik dipisah, pasti perilaku itu akan tertanam sampai mereka dewasa,” jelasnya.

Cheroline menekankan bahwa pencapaian target penanganan sampah nasional tidak akan terwujud tanpa didukung kolaborasi erat antara pemerintah pusat dan daerah.

Infrastruktur pengolahan, kepastian pengangkutan, serta edukasi publik yang berkelanjutan wajib berjalan beriringan demi menghadirkan solusi persampahan yang tuntas.

“Jadi harus ada kerja sama yang baik antara pusat dan daerah, sehingga mereka berkolaborasi sama-sama, bagaimana persoalan ini bisa diselesaikan,” tegas Cheroline.[prs]