Realitarakyat.com — Kementerian Sosial bersama Universitas Pertahanan (Unhan) mematangkan program pengabdian kadet di Sekolah Rakyat guna memperkuat karakter dan kedisiplinan siswa berasrama. Program ini ditegaskan bukan sebagai bentuk militerisasi, melainkan pembiasaan pola hidup tertib secara langsung dari praktisi.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan hal tersebut usai menggelar pertemuan dengan Rektor Unhan RI Letjen TNI (Purn) Anton Nugroho di Jakarta, Senin (5/10/2026). Gus Ipul menekankan bahwa keberadaan kadet difungsikan sebagai kakak asuh yang memberikan teladan konkret bagi siswa, mulai dari kerapian kamar, kebersihan pribadi, hingga manajemen waktu harian.
Rektor Unhan RI Anton Nugroho menambahkan bahwa pendampingan yang berlangsung selama dua pekan ini dirancang untuk membangun kebiasaan terstruktur. Agar nilai-nilai kedisiplinan tersebut bertahan jangka panjang, kolaborasi ini juga menyasar pelatihan penguatan kapasitas bagi para wali asrama dan pengasuh Sekolah Rakyat.
Acara pelepasan para kadet rencananya digelar di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma pada Jumat mendatang. Kepala LPPN Unhan RI Mayjen TNI Endro Satoto mengonfirmasi bahwa delapan pesawat militer, terdiri dari enam unit Hercules, satu Boeing, dan satu CN, disiagakan untuk mendistribusikan para kadet ke lokasi pengabdian masing-masing.(Din)







