Realitarakyat.com — Jerman kembali memperkuat dukungannya terhadap Ukraina dengan mengucurkan bantuan militer tambahan senilai 1 miliar euro atau sekitar Rp20,17 triliun. Bantuan diberikan ketika serangan Rusia terhadap Ukraina kembali meningkat.
Kanselir Jerman Friedrich Merz mengumumkan paket bantuan tersebut saat berkunjung ke Kyiv, Minggu (4/10/2026). Kunjungan berlangsung ketika sirene serangan udara dan suara ledakan terdengar di ibu kota Ukraina.
Selain bantuan militer, Jerman menyiapkan tambahan 350 juta euro atau sekitar Rp7,06 triliun untuk memperbaiki infrastruktur energi Ukraina yang rusak akibat serangan Rusia.
Merz menegaskan Berlin tidak akan mundur menghadapi tekanan Moskow. Menurut dia, dukungan terhadap Ukraina bukan hanya untuk mempertahankan wilayah negara tersebut, tetapi juga berkaitan dengan keamanan Eropa.
“Kami melakukan ini bukan hanya untuk melindungi integritas wilayah Ukraina; kami melakukannya demi kepentingan kami sendiri, karena ini menyangkut keamanan Eropa,” kata Merz dalam konferensi pers bersama Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy, seperti dikutip Reuters, Senin (5/10/2026).
Merz juga menyoroti ancaman serangan siber dan kampanye disinformasi yang disebutnya berasal dari Rusia. Menurut dia, tindakan tersebut berpotensi mengganggu tatanan demokrasi di Eropa. Rusia sendiri membantah tuduhan terkait perang hibrida dan menyebutnya sebagai bentuk sentimen anti-Rusia.
Dalam kunjungan tersebut, perusahaan-perusahaan Jerman juga menandatangani 16 kesepakatan dengan pemerintah dan pelaku usaha Ukraina. Nilai kerja sama itu mencapai sekitar 6,5 miliar euro atau Rp131,1 triliun, mencakup sektor pertahanan dan energi.
Ukraina antara lain akan mendapatkan rudal pertahanan udara IRIS-T dari Diehl Defence serta perangkat radar dari Hensoldt. Kerja sama juga mencakup pengadaan drone pencegat pesawat jet dari Quantum Systems.
Zelenskiy turut memuji pengembangan drone pencegat SPYS oleh Quantum Systems. Dia mengatakan kerja sama pertahanan kedua negara hampir rampung, termasuk dalam produksi drone, rudal, dan perangkat lunak.
Dukungan Berlin diberikan saat Rusia meningkatkan serangan drone terhadap berbagai infrastruktur di Ukraina. Salah satu serangan pada Minggu dilaporkan menghantam Jembatan Utara di atas Sungai Dnipro, Kyiv, menyebabkan dua orang terluka dan mengganggu sistem pasokan air panas.
Zelenskiy mengatakan Ukraina akan merespons peningkatan serangan tersebut. Sementara itu, Merz kembali menyerukan Presiden Rusia Vladimir Putin menghentikan perang.
“Kami siap untuk berunding, kami siap membahas upaya mengakhiri perang ini, namun serangan-serangan terhadap penduduk sipil Ukraina ini harus dihentikan,” ujar Merz.(Din)







