Siswa-siswi Sekolah Dasar NTB Dapat Edukasi dari KKP untuk Kelola Sampah Plastik, Ini Tujuannya

Sampah, Energi Terbarukan
Ilustrasi gambar (Ist)

Realitarakyat.com – Siswa-siswi sekolah dasar di Nusa Tenggara Barat (NTB) mendapat edukasi dari
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk mengelola sampah plastik.

Edukasi terhadap siswa-siswi sekolah dasar NTB itu untuk menanamkan kesadaran mengurangi sampah plastik dan menjaga kesehatan laut.

Siswa-siswi sekolah dasar tersebut diajari mengolah sampah plastik sehingga memiliki nilai ekonomis.

Edukasi itu dilakukan Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan dan Ruang Laut (Dirjen PKRL), Victor Gustaaf Manoppo, melalui pernyataan tertulis yang diterima, Sabttu 1 Juni 2024.

“KKP mengharapkan lewat edukasi ini dapat mendorong generasi muda untuk peduli terhadap kelestarian laut dengan cara mengelola sampah plastik secara bijak dan menggelorakan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS),” kata Victor di depan siswa-siswi SDN 3 Sekotong Barat, Lombok Barat, NTB.

Victor juga menyebutkan edukasi daur ulang sampah plastik juga dapat meningkatkan nilai tambah warga sekolah dan masyarakat pada umumnya dari hasil pengelolaan sampah.

Sebagai informasi, pengurangan 70 persen sampah laut pada tahun 2025 menjadi target KKP sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2018 tentang Penanganan Sampah Plastik di Laut.

Karenanya, strategi pembersihan sampah plastik di laut melalui Gerakan Nasional Bulan Cinta Laut (Gernas BCL) dilaksanakan setiap tahun sejak tahun 2022. Tahun 2024 Gernas BCL telah dilaksanakan kick-off nya pada awal bulan Mei serentak di 22 Kab/Kota seluruh Indonesia.

Sementara itu, dari lokasi edukasi daur ulang sampah plastik, Direktur Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Muhammad Yusuf menerangkan bahwa sampah plastik dan sampah kertas dapat didaur ulang menjadi beberapa kerajinan tangan.

“Sampah organik seperti sisa makanan dan dedaunan dapat diolah menjadi kompos. Selain itu potensi sabut kelapa yang melimpah di Lombok Barat ini ternyata dapat diolah menjadi cocofeat sebagai pupuk sekaligus media tanam yang cukup baik,” ujar Yusuf.

Gernas BCL merupakan salah satu program ekonomi biru yang digagas oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono. Program tersebut dirancang untuk memulihkan kesehatan laut dari dampak negatif sampah plastik di laut sebagai implementasi dari kebijakan ekonomi biru KKP.***