Cuaca  

BMKG Gencarkan Sekolah Lapang Iklim Agar Masyarakat Siap Beradaptasi Hadapi Ancaman Perubahan Iklim

bmkg
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati. //Net

Realitarakyat.com – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menggencarkan Sekolah Lapang Iklim (SLI) dengan pengetahuan dan pendampingan agar siap beradaptasi sehingga mampu membuat langkah mitigasi menghadapi ancaman perubahan iklim.

“Pada 2024, tercatat sebagai tahun terpanas dengan suhu rata-rata global mencapai 1,55 °C di atas suhu era pra-industri (1850—1900). Anomali ini melampaui ambang (1,5°C) yang telah ditetapkan pada tahun 2015 dalam perjanjian Paris,” kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam keterangan pers di Jakarta, Selasa (23/9/2025).

Menurut Dwikorita, fakta tersebut merupakan peringatan keras bagi seluruh elemen masyarakat. Dwikorita mengungkapkan kondisi bumi kekinian akibat perubahan iklim cukup mengkhawatirkan.

“Intensitas bencana terus meningkat, ditambah krisis air yang mengancam berbagai sektor, termasuk pertanian. FAO bahkan memprediksi dunia akan menghadapi krisis pangan pada 2050 jika kita gagal mengendalikan kenaikan suhu bumi dan memitigasi perubahan iklim,” ucap Dwikorita.

Lebih lanjut, Dwikorita menilai kondisi ini dipicu kombinasi pemanasan global akibat emisi gas rumah kaca serta anomali iklim regional. Dwikorita menyampaikan situasi ini menjadi tantangan serius bagi sektor pertanian yang sangat rentan terhadap iklim.

“Kita menggelar SLI di berbagai daerah di Indonesia. Melalui SLI, BMKG tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga langkah aksi adaptasi strategis,” kata Dwikorita.

Sementara itu, Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto, menekankan pentingnya program ini bagi masyarakatnya. Joko menjelaskan bahwa sektor pertanian merupakan tulang punggung ekonomi Gunungkidul, tetapi juga sektor yang paling rentan.

“Dengan SLI, petani belajar langsung menerapkan informasi iklim ke usaha tani. Sehingga lebih siap menghadapi kekeringan maupun hujan ekstrem,” ucap Joko menutup. ***