DPR  

Wakil Ketua Komisi X DPR: Sekolah Harus Siapkan Anak Hadapi Dunia Digital, Bukan Sekadar Ujian

Wakil Ketua Komisi X DPR RI MY Esti Wijayati
Wakil Ketua Komisi X DPR RI MY Esti Wijayati/Net

Realitarakyat.com – Wakil Ketua Komisi X DPR RI MY Esti Wijayanti menekankan pentingnya pembaruan sistem pendidikan nasional agar lebih adaptif terhadap perubahan zaman dan tantangan digital.

Pernyataan itu disampaikan menyusul maraknya kasus pelajar yang terjerat praktik judi online (judol).

“Saat ini sekolah masih sibuk menyiapkan anak untuk ujian, bukan untuk bertahan di dunia digital yang penuh jebakan algoritma dan komersialisasi perilaku,” ujar Esti dalam keterangan persnya, Kamis (30/10).

Esti menilai fenomena meningkatnya anak-anak yang terlibat dalam judi online menunjukkan krisis literasi digital dan lemahnya pengawasan sosial di tengah derasnya arus digitalisasi.

“Ketika anak SMP sudah mengenal dan terjerat judol dan pinjol (pinjaman online), itu berarti ada yang sangat keliru dalam cara kita mendidik dan membimbing generasi muda,” tegasnya.

Menurutnya, literasi digital di sekolah masih bersifat teoritis dan belum menyentuh akar persoalan perilaku digital anak.

Ia menilai peserta didik perlu dibekali kemampuan mengenali pola manipulatif platform digital, serta memahami risiko finansial dan psikologis yang muncul akibat aktivitas daring yang tidak sehat.

“Negara harus mengakui bahwa literasi digital bukan sekadar kemampuan memakai gawai, tetapi kemampuan membaca bahaya di balik layar,” kata Esti.

“Menanamkan kontrol diri dan kesadaran digital sejak dini penting untuk mengantisipasi krisis karakter nasional di masa depan,” tambahnya.

Berdasarkan data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) tahun 2024, tercatat lebih dari 197 ribu anak terlibat dalam praktik judi online.

Sementara data Kejaksaan Agung hingga 12 September 2025 mengungkapkan, pelaku judi daring berasal dari berbagai lapisan masyarakat, termasuk pelajar sekolah dasar.[prs]