MPR  

Ibas Ajak Generasi Muda Refleksikan Nilai Keteladanan Ayah

Ibas Ajak Generasi Muda Refleksikan Nilai Keteladanan Ayah
Wakil Ketua MPR RI yang juga Ketua Fraksi Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas/Ist

Realitarakyat.com – Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), menegaskan bahwa peringatan Hari Ayah Nasional bukan sekadar bentuk penghormatan, melainkan juga ajang refleksi terhadap nilai-nilai keteladanan, kasih sayang, dan disiplin yang diwariskan seorang ayah dalam keluarga.

“Partai Demokrat memberikan ruang bagi seluruh masyarakat untuk menyalurkan kreativitas dan pemikiran tentang sosok ayah — bagaimana kita melihat, menghargai, dan merasakan kehadirannya dalam hidup,” ujar Ibas dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (12/11).

Pernyataan itu disampaikan Ibas saat menghadiri Pengumuman Juara Lomba Cerita Bergambar Nasional EBY–Fraksi Partai Demokrat, yang digelar di kompleks parlemen, Senayan.

Kegiatan bertema “Figur Ayah: Inspirasi dalam Goresan Cerita” tersebut diikuti para pelajar SMA dari seluruh Indonesia sebagai bentuk apresiasi terhadap sosok ayah melalui karya digital dan ilustrasi kreatif.

Menurut Ibas, kegiatan semacam ini menjadi sarana bagi generasi muda untuk mengekspresikan bakat sekaligus memperkuat nilai-nilai keluarga dan karakter positif. “Lewat karya, anak-anak muda belajar menghargai hubungan keluarga dan nilai keteladanan. Ini bentuk rasa syukur sekaligus penghargaan kepada sosok ayah,” katanya.

Legislator dari Dapil Jawa Timur VII itu juga mendorong generasi muda agar memiliki semangat dan kepercayaan diri untuk terus berprestasi. Ia menilai anak-anak Indonesia punya potensi besar di berbagai bidang — mulai dari olahraga, sains, hingga industri kreatif.

“Jangan pernah ragu. Banyak anak bangsa yang karyanya diakui dunia, dari Amerika hingga Jepang. Jadilah bagian dari mereka,” ujarnya.

Ibas juga mengingatkan agar generasi muda tetap rendah hati dan tidak melupakan jasa orang tua.

“Kalau nanti kalian sukses, ingatlah ayah dan ibu yang selalu mendukung dan menafkahi. Jadilah anak yang menghargai orang tua dan menginspirasi lewat karya,” pesannya.

Acara ini turut dihadiri Sekretaris Fraksi Demokrat Marwan Cik Asan, Bendahara Fraksi Dina Lorenza, dan juri eksternal M. Adnan Gabrialdi, muralis sekaligus alumni FSRD ITB.

Marwan memberi semangat kepada peserta agar terus mengasah kemampuan. “Menang atau tidak, jangan berhenti berkarya. Talenta itu seperti pisau, semakin diasah akan semakin tajam,” ujarnya.

Dina Lorenza menambahkan, kreativitas bisa menjadi masa depan. “Dari hobi bisa jadi profesi. Mungkin suatu hari kalian buat komik, ilustrasi, bahkan film sendiri,” katanya dengan antusias.

Adapun juri Adnan Gabrialdi menilai karya peserta menonjol karena berani berbeda namun tetap relevan dengan tema. “Karya yang bagus adalah karya yang punya jiwa,” tuturnya.

Tiga pemenang utama lomba tersebut adalah:

1. Derbi Putri Meirilia (Bangka Belitung) – ilustrasi perjuangan ayah aktivis menjaga hutan mangrove.

2. Ahmad Daniel Maulana (Nganjuk) – cerita tentang kasih sayang ayah dalam membentuk karakter anak.

3. Priyanka Chopra Valony (DKI Jakarta) – kisah kerinduan anak terhadap ayahnya yang bertugas di daerah konflik.

Salah satu finalis, Kerinna Klarissa asal Bangka Belitung, mengaku senang bisa berpartisipasi. “Kami bertemu banyak teman baru yang sama-sama kreatif,” ucapnya.

Sementara Priyanka, juara ketiga, menuturkan, “Bahagia bisa bertemu Pak Ibas yang jadi inspirasi kami. Terima kasih Demokrat dan Pak Ibas atas kesempatan ini.”

Menutup acara, Ibas berpesan, “Selamat kepada seluruh peserta. Bagi saya, kalian semua juara. Jadilah anak muda yang cerdas, kreatif, sehat, dan cinta tanah air.” [prs]