DPR  

Ijeck Dorong Peningkatan Pelayanan Publik di Jalan Tol, Tekankan Keselamatan dan Pengawasan Modern

Ijeck Dorong Peningkatan Pelayanan Publik di Jalan Tol, Tekankan Keselamatan dan Pengawasan Modern
Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Golkar, Musa Rajekshah alias Ijeck/Dok.Realitarakyat

Realitarakyat.com – Anggota Komisi V DPR RI Musa Rajekshah menilai kualitas pelayanan publik di jalan tol masih perlu banyak perbaikan, terutama dalam hal keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.

Ia menegaskan, pelayanan jalan tol tidak cukup hanya mengandalkan infrastruktur yang mulus, tetapi juga harus ditunjang pengawasan modern dan penegakan aturan yang konsisten.

“Rambu petunjuk arah kadang muncul mendadak. Kalau pengemudi baru pertama kali melintas, bisa saja panik atau salah jalur,” ujar Ijeck dalam keterangannya, Rabu (19/11).

Politisi yang juga dikenal sebagai pengguna rutin Jalan Tol Kunciran–Serpong itu menekankan pentingnya pemasangan rambu peringatan dengan jarak aman sebelum titik rawan.

Menurutnya, kesalahan kecil dalam perencanaan rambu dapat berakibat fatal, terutama di jalur padat kendaraan.

Musa juga menyoroti tingginya angka kecelakaan di jalan tol, yang disebabkan oleh kelalaian pengemudi maupun kondisi jalan yang belum sepenuhnya aman.

Ia menilai, diperlukan sinergi antara pengelola tol, kepolisian, dan pemerintah untuk memperkuat pengawasan berbasis teknologi.

“CCTV di jalan tol memang sudah banyak, tapi belum terintegrasi dengan sistem pengawasan lalu lintas elektronik. Harus ada penegakan hukum yang tegas berbasis teknologi,” tegasnya.

Politikus Golkar ini mendorong agar Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) diterapkan di seluruh ruas jalan tol.

Dengan sistem itu, pelanggaran batas kecepatan dapat dideteksi otomatis dan pelanggar langsung dikenai sanksi tanpa perlu razia manual.

“Di luar negeri, pelanggaran kecepatan langsung terdeteksi dan ditindak. Di sini, batas kecepatan 100 km per jam, tapi tanpa sanksi. Akibatnya, ada yang melaju terlalu cepat, ada juga yang terlalu lambat di jalur kanan dan itu berbahaya,” jelas Ijeck.

Selain pengawasan digital, Ijeck juga menyoroti pentingnya inovasi kecil namun berdampak besar dalam pelayanan jalan tol.

Ia mencontohkan, pemasangan jalur getar (rumble strip) di jalan tol panjang dan lurus dapat membantu pengemudi yang mengantuk, terutama pada malam hari.

“Banyak pengemudi yang lelah saat malam. Jalur getar bisa menjadi pengingat sederhana agar mereka tetap waspada. Ini bagian dari pelayanan publik yang manusiawi,” tuturnya.

Ia menegaskan, pelayanan publik di sektor transportasi harus dipahami sebagai ekosistem menyeluruh, mulai dari perencanaan, keamanan pengguna, hingga penegakan hukum berbasis teknologi.

“Pelayanan publik bukan hanya soal infrastruktur fisik, tapi juga kenyamanan, keselamatan, dan kepastian hukum di lapangan. Kalau semua pihak punya komitmen yang sama, kualitas pelayanan jalan tol kita pasti meningkat,” demikian Ijeck.[prs]