DPR  

Said Abdullah Optimis Defisit APBN Tetap di Bawah 3 Persen Meski Harga Minyak Naik

Said Abdullah Optimis Defisit APBN Tetap di Bawah 3 Persen Meski Harga Minyak Naik
Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah. //net

Realitarakyat.com – Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, menyatakan optimismenya bahwa defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 tidak akan melampaui batas aman 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Pernyataan ini merespons kekhawatiran publik atas lonjakan harga minyak dunia akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Said menegaskan bahwa DPR tetap berpegang teguh pada mandat Undang-Undang APBN dan UU Keuangan Negara yang membatasi defisit fiskal secara ketat.

“Kami patuh terhadap UU Keuangan Negara. Batasannya jelas, 3 persen dari PDB. Saya tidak pernah punya pikiran liar untuk melampaui batasan itu,” tegas Said di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (12/3).

Mengenai kenaikan harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) yang memicu tekanan terhadap nilai tukar rupiah, Said meminta masyarakat untuk tetap tenang.

Berdasarkan data yang dihimpun Banggar, rata-rata harga minyak sepanjang awal tahun ini masih berada dalam koridor asumsi dasar ekonomi makro.

“Jika kita hitung dari Januari hingga 9 Maret, rata-rata harga ICP masih di bawah asumsi makro kita. Jadi, sebenarnya kita tidak perlu gaduh atau menjadi bangsa yang mudah kaget dengan fluktuasi pasar,” ungkapnya.

Pemerintah sebelumnya juga telah menegaskan komitmen serupa untuk menjaga disiplin fiskal.

Meski konflik Timur Tengah berpotensi mendorong harga komoditas energi lebih tinggi, pemerintah terus melakukan mitigasi agar defisit anggaran tetap terjaga guna mempertahankan kredibilitas ekonomi di mata investor global.[prs]